Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Sosial Idrus Marham mendorong organisasi kepemudaan Karang Taruna agar ikut aktif dalam mengatasi masalah-masalah sosial bangsa.
"Saya mau Karang Taruna menjadi kekuatan ide untuk bersama-sama mengatasi masalah bangsa yang makin kompleks ini," kata Mensos saat menghadiri Rakernas Karang Taruna 2018 dan Pengukuhan Pengurus Karang Taruna Provinsi Bali di Denpasar, Kamis (25/1).
Menurut Idrus, Karang Taruna memiliki modal sosial dan politik yang kuat. Ini bisa dilihat dari jaringan kepengurusannya yang mengakar sampai level RT/RW di seluruh pelosok Tanah Air.
"Kondisi ini memungkinkan Karang Taruna efektif menelurkan gagasan yang bisa menjadi solusi dari berbagai masalah yang dihadapi masyarakat," katanya.
Mensos mengingatkan hakikat Karang Taruna adalah kritis melihat masalah yang melanda masyarakat dan dengan olah gagasan mencari solusi masalah tersebut, dan bekerja bersama-sama dengan kelompok masyarakat yang lain.
"Jadi, Karang Taruna juga merupakan perekat kesatuan masyarakat. Ini penting di tengah masyarakat yang mengalami tantangan serius terhadap kemajemukan bangsa. Karang Taruna bisa tampil di sebagai garda terdepan menjadi perekat bangsa," kata Idrus.
Karena kebersamaan pula, bagi Karang Taruna diyakini tidak ada masalah bangsa yang tidak bisa diselesaikan.
"Semua potensi bangsa diakomodasi, termasuk dengan mengoptimalkan potensi lokal setiap daerah dimana mereka berada," katanya.
Karang Taruna tentunya harus solid di tingkat RT dan RW masing-masing. Kalau sudah begitu, kata Idrus, Karang Taruna menjadi modal ekonomi-sosial-politik yang bisa digerakkan ke mana saja untuk memajukan bangsa.
Ketua Umum Karang Taruna, Didik Mukrianto, menyatakan bahwa organisasi yang dipimpinnya berkomitmen kuat bersama-sama penerintah mengatasi penyakit sosial, khususnya di kalangan generasi muda. Salah satu masalah sosial, seperti pengangguran, diantisipasi Karang Taruna dengan membentuk kelompok usaha bersama (kube).
"Selain meningkatkan kemandirian ekonomi, usaha seperti ini juga membuat pemuda lebih produktif memanfaatkan waktunya sehingga relatif menjauh dari pengaruh negatif dari lingkungan," kata Didik.
Ancaman lain bagi pemuda saat ini adalah pengaruh ideologi radikal, yang banyak menyebar melalui media sosial dan media berbasis internet. Didik mengajak semua generasi muda, agar bijak menggunakan internet. (Ant/OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved