Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GEMPA berkekuatan 6,4 skala Richter (SR) di Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (23/1) siang, berdampak di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Atap sejumlah ruang kelas di SMKN I Tanggeung di Kecamatan Tanggeung, Kabupaten Cianjur, ambruk hingga reruntuhannya menimpa siswa.
Tercatat delapan siswa terluka, enam di antaranya luka parah dan dua lainnya luka ringan. Mereka kini mendapatkan perawatan intensif di puskesmas setempat.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, sekitar pukul 13.34 WIB pelajar di sekolah itu masih beraktivitas seperti biasa. Namun saat terjadi gempa, para pelajar yang berada di dalam kelas panik. Mereka saling rebutan berhamburan ke luar kelas yang terbagi di lantai 1 dan lantai 2.
Selang beberapa detik kemudian, atap sejumlah ruang kelas di lantai 2 ambruk. Nahas, sejumlah siswa yang belum sempat ke luar ruangan kelas terkena imbas ambruknya atap. Rata-rata mereka mengalami luka pada bagian kepala karena tertimpa reruntuhan atap ambruk.
"Berdasarkan laporan dampak gempa di Banten mengakibatkan satu bangunan SMKN I Tanggeung rusak. Terdapat delapan pelajar terluka karena tertimpa genteng," terang Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Sugeng Supriyanto, Selasa petang.
Selain merusak bangunan SMKN I Tanggeung, lanjut Sugeng, getaran gempa juga berdampak rusaknya tiga rumah warga di Kecamatan Tanggeung. Masing-masing berada di Desa Rawagede dengan kondisi rusak berat, satu unit rumah di Desa Pagermeneuh milik Amat, serta satu rumah rusak sedang milik Aceng di Kampung Kaum RT 001/003 Desa Tanggeung.
"Di beberapa kecamatan juga dilaporkan terjadi kerusakan. Di Kampung Sinarbakti RT 05/01 Desa Waringinsari Kecamatan Takokak satu rumah rusak ringan milik Muhayan, di Kecamatan Pasirkuda satu bangunan puskesmas rusak ringan, di Kecamatan Sukaresmi bangunan kantor kecamatan setempat rusak ringan, dan di Kecamatan Cibinong satu rumah rusak ringan," terang Sugeng.
Sampai sekarang, BPBD masih terus memantau perkembangan di lapangan. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan masih terdapat potensi kerusakan lain yang belum dilaporkan.
"Itu data sementara yang kami himpun hingga pukul 16.45 WIB," tandasnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved