Kalsel Bangun 15 Ribu Hektare Hutan Meranti

Denny Susanto
19/1/2018 18:53
Kalsel Bangun 15 Ribu Hektare Hutan Meranti
(Dok Mi)

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan akan membangun kawasan hutan tanaman Meranti di lahan seluas 15.000 hektare. Pengelolaan lahan untuk Pembangunan Model Unit Manajemen Hutan Meranti (PMUMHM) di Kabupaten Kotabaru ini merupakan pelimpahan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Hari ini, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, menerima penyerahan secara simbolis pengelolaan 15.000 hektare lahan untuk PMUMHM di Kabupaten Kotabaru dari Direktur Pengelolaan Hutan Produksi Lestari KLHK, Ida Bagus Putera Parthama, saat kegiatan penanaman pohon di kawasan perkantoran Pemprov Kalsel di Banjarbaru.

"Ada empat provinsi yang menerima bantuan pengelolaan hutan dari KLHK, yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Sumatra Barat," ungkap Ida Bagus Putera.

Untuk di Provinsi Kalbar, pemerintah menyerahkan pengelolaan kawasan hutan kepada perguruan tinggi atau universitas. Sedangkan di Kalsel diserahkan ke Pemprov karena tersedia sumber daya manusia yang cukup, dana, serta komitmen dan semangat luar biasa yang telah dibuktikan gubernur dalam Program Revolusi Hijau.

Menurutnya, KLHK sangat mengapresiasi langkah Pemprov Kalsel yang berpikir maju dalam tata kelola hutan. Tidak semua provinsi sigap untuk mengelola hutan yang sudah rusak, sebab menurut mereka hanya akan menambah pekerjaan dan beban bagi daerah.

Namun Pemprov Kalsel justru maju dan terdepan untuk mengelola dan memperbaikinya.

"Pemprov Kalsel jauh berpikir ke depan, sebab jika dikelola dengan baik, maka nantinya akan menghasilkan dan hutan dapat menyejahterakan masyarakat," tegasnya.

Sementara, Gubernur Kalsel menyatakan kesiapan Pemprov untuk mengelolah 15.000 hektare kawasan hutan Meranti di Kabupaten Kotabaru tersebut. Program Revolusi Hijau yang digalakkan Pemprov Kalsel diharapkan mampu merehabilitasi kerusakan lingkungan di wilayah tersebut.

Revolusi hijau ditandai dengan penghijauan di sepanjang ruas jalan Trans-Kalimantan serta rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) mencapai 35.000 hektare per tahun.

Revolusi hijau merupakan program pembangunan bidang lingkungan yang menjadi visi dan misi Sahbirin. Program dengan jargon 'menanam, menanam, dan menanam' ini menitikberatkan pada kegiatan edukasi, peningkatan kepedulian, kemampuan dan kemandirian masyarakat dalam menanam.

Program ini juga bertujuan meningkatkan indeks kualitas lingkungan Kalsel yang kini berada pada urutan 26 dari 33 provinsi di Tanah Air.

"Program revolusi hijau yang mulai kita galakkan sejak dua tahun terakhir ini diharapkan mampu mengatasi kerusakan lingkungan di Kalsel," ungkap Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya