Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Utama Perum Bulog, Djarot Kusumayakti, memastikan beras impor dengan total volume 500 ribu ton yang tiba dalam waktu dekat tak dilepas ke pasar. Beras jenis umum tersebut akan digunakan untuk memperkuat stok cadangan beras pemerintah.
"Beras itu hanya dipakai untuk memperkuat cadangan beras pemerintah. Yang bergerak di operasi pasar beras Bulog yang ada saat ini," kata Djarot dalam acara media gathering di Aston Cirebon, Jawa Barat, Rabu (17/1).
Menurutnya, saat ini stok beras cadangan pemerintah hanya sekitar 800 ribu ton. Karena itu, beras impor akan digunakan untuk menambah stok tersebut.
Dengan begitu impor beras tak akan mengganggu harga di tingkat petani saat musim panen raya Februari nanti.
"Untuk kuatkan cadangan beras pemerintah dan kita taruh di daerah non produsen. Tidak ganggu serapan," imbuhnya.
Djarot mengaku sejak awal tahun Bulog telah memperluas jangkauan operasi pasar demi meredam gejolak harga beras di masyarakat. Sedikitnya 1.838 gerai di 198 titik pasar di seluruh Tanah Air menjadi sasaran operasi Bulog.
"Beras yang digunakan dalam upaya stabilisasi harga itu adalah beras cadangan pemerintah yang ada di Bulog," imbuh dia.
Sementara itu Direktur Komersil Bulog Tri Wahyudi menambahkan, Bulog pernah melakukan impor beras pada 2015. Beras tersebut disimpan untuk menguatkan stok beras cadangan pemerintah.
"Datangnya beras impor tidak akan menganggu kegiatan penyerapan gabah dan beras petani," imbuh Tri.
Adapun Bulog menargetkan serapan sebanyak 2,7 juta ton setara gabah yang meliputi beras untuk kebutuhan bantuan sosial, beras komersil dan beras cadangan pemerintah. (Medcom/OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved