Pemprov Papua Kirim Tim untuk Data Jumlah Korban KLB Asmat

Marcelinus Kelen
17/1/2018 21:38
Pemprov Papua Kirim Tim untuk Data Jumlah Korban KLB Asmat
(MI/Marcelinus Kelen)

PEMERINTAH Provinsi Papua menurunkan tim khusus untuk melakukan pendataan terhadap korban meninggal, akibat wabah campak dan gizi buruk yang menyerang sejumlah distrik di Kabupaten Asmat, Papua.

Sebab, pendataan ini dirasa penting guna memastikan data korban meninggal dan mencegah terjadinya kesimpangsiuran data yang selama ini terlanjur dipublikasikan berbagai pihak.

"Saya sudah tugaskan Dinas Kesehatan, untuk membentuk tim yang turun ke sana (Asmat) untuk memastikan tempat tinggal korban meninggal, siapa nama orangtuanya. Kita harus pastikan semua identitasnya, karena ini sudah jadi berita nasional," tegas Gubernur Papua, Lukas Enembe, di Jayapura, Rabu (17/1).

Hingga kini, tercatat jumlah korban meninggal akibat wabah campak telah dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Gubernur menuturkan, salah satu kendala yang dihadapi pemerintah dalam rangka pemberian pelayanan kesehatan bagi warga setempat ialah kebiasaan hidup mereka yang suka berpindah pindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Apalagi, mereka hidup di pinggiran sungai yang lebih memudahkan akses mereka untuk berpindah tempat.

Karena itu, ujarnya, pihaknya berharap ke depan tak terjadi lagi kasus seperti ini. Pasalnya, kasus kematian anak akibat wabah penyakit bukan baru kali pertama terjadi di Papua.

Ia mengatakan, di beberapa Kabupaten lainnya juga pernah terjadi kasus seperti ini seperti di Kabupaten Nduga, Dogiyai, Deyai.

"Saya minta tolong jangan dikaitkan dengan masalah politik, karena memang ya kondisi Papua seperti ini," ujarnya.

Gubernur mengakui, sebenarnya dana kesehatan paling besar dikirim ke kabupaten, baik melalui dana Otonomi Khusus, Dana Alokasi Khusus, dan dana lainnya dari pemerintah pusat. Bahkan program Gerbang Mas Hasrat Papua, program 1.000 hari kehidupan, Kartu Papua Sehat (KPS) juga telah diberikan ke setiap kabupaten, termasuk Asmat.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Papua, Aloysius Giyai, mengungkapkan, pihaknya telah menurunkan tim medis yang terdiri atas dokter dan perawat ke daerah yang terkena wabah. Selain itu, juga telah dikirimkan logistik berupa makanan tambahan seperti bubur instan dan susu, obat obatan, termasuk obat untuk imunisasi.

Dikatakannya, pendataan korban meninggal mencakup nama, jenis kelamin, umur, nama orangtua, serta alamat. Selanjutnya, segera dilakukan evaluasi untuk mengambil langkah langkah konkret. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya