Pesisir Selatan Sukabumi kembali Diterjang Banjir Air Pasang

Benny Bastiandy
16/1/2018 20:47
Pesisir Selatan Sukabumi kembali Diterjang Banjir Air Pasang
(MI/Benny Bastiandy)

BANJIR rob kembali menerjang wilayah pesisir pantai selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (16/1) petang. Sejumlah warung dan rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan.

Seperti terjadi di Pantai Citepus Kebonkalapa. Sejumlah rumah dan warung tergerus air pantai yang pasang.

"Kejadiannya sejak tadi sore sekitar pukul 16.00 WIB," kata Kepala Operasional Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Sukabumi, Asep Edom, saat dihubungi Media Indonesia, Selasa malam.

Asep belum bisa menyebutkan rinci jumlah bangunan maupun fasilitas lain yang terdampak banjir rob. Namun, ia memperkirakan jumlahnya cukup banyak karena di sekitar Kampung Kebonkalapa Desa Citepus saja lumayan cukup banyak.

"Di sini saja (Kampung Kebonkalapa) jumlahnya cukup banyak. Saya belum mendata," terang Asep.

Hingga Selasa malam, pihaknya masih membantu evakuasi barang-barang berharga milik warga ke tempat lebih aman. Kebanyakan bangunan yang rusak merupakan warung.

"Hingga sekarang (kemarin malam sekitar pukul 19.00 WIB), air masih tinggi. Sementara ini kami bantu penyelamatan warga dan barang-barang berharga warga yang bisa diselamatkan. Utamanya warga yang sekiranya bangunan rumah atau warung mereka bisa kita evakuasi," jelasnya.

Namun, banjir rob kali ini tak sedahsyat sebelumnya. Pada banjir rob beberapa waktu lalu, air sempat naik hingga daratan dengan kondisi ombak relatif tinggi.

"Kala sekarang ombaknya tak terlalu tinggi, tapi tarikan air di permukaan sangat kencang. Beda dengan banjir rob sebelumnya yang ombaknya tinggi hingga naik ke permukaan dan daratan," tuturnya.

Kencangnya tarikan air mengakibatkan pasir cepat tergerus. Dampaknya dirasakan terhadap penyangga bangunan-bangunan panggung di sisi pantai yang tergerus hingga roboh.

"Jadi pasir itu cepat tergerus tarikan air," ungkapnya.

Asep tak mengetahui persis penyebab terjadinya banjir rob kali ini. Dia sudah berupaya mengontak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, tapi belum mendapat respons.

"Ini dampak dari apa saya kurang begitu tahu. Tadi sudah kontak BMKG tapi belum ada informasi," pungkasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya