Jumlah Korban Penipuan Umrah Hannien Tour Lebih dari 4.000 Orang

Widjajadi
16/1/2018 20:37
Jumlah Korban Penipuan Umrah Hannien Tour Lebih dari 4.000 Orang
(ANTARA OTO/Yulius Satria Wijaya)

JUMLAH calon jemaah umrah yang ditelantarkan perusahaan perjalanan dan wisata, PT Usmaniyah Hannien Tour, terus membengkak mencapai 4.000 orang lebih.

Penyidik Polresta Surakarta memperoleh kepastian tentang jumlah calon jemaah umrah yang ditelantarkan itu setelah mendapatkan penjelasan dari pihak maskapai penerbangan yang melakukan kontrak perjanjian dengan pihak Hannien Tour, terkait pembayaran uang muka bagi 7.108 seat yang dipesan untuk periode September 2016 hingga 26 Juni 2017.

Lebih dari itu, empat tersangka yang merupakan direksi Hannien Tour juga bakal diperiksa Polda Jawa Barat, karena banyaknya jumlah korban di tiga kabupaten yang ada di Jawa Barat.

"Semua terus berkembang. Polda Jawa Barat juga sudah berkoordinasi dengan kami, untuk memeriksa empat direksi yang menjadi tersangka penelantaran calon jemaah," tutur Kasatreskrim Polresta Surakarta, Jawa Tengah, Kompol Agus Puryadi, kepada Media Indonesia, Selasa (16/1) petang.

Menurut dia, jumlah 4.000 lebih calon jemaah yang gagal diberangkatkan itu, setelah pihak tim penyidik melakukan penelusuran ke maskapai penerbangan yang menjalin kontrak pemberangkatan dengan Hannien.

Tadinya, penyidik ingin menanyakan soal dana Rp5 miliar milik Hannien Tour yang disebut para tersangka dititipkan di maskapai. Hasil pemeriksaan terhadap maskapai menyebutkan bahwa antara Hannien Tour telah membuat kesepakatan untuk pembayaran uang muka bagi 7.108 calon jemaah, untuk pemberangkatan periode September 2016 hingga 15 Juni 2017, dengan rincian pembayaran uang muka per orang adalah Rp1,5 juta.

Uang yang diserahkan Hannien Tour sebesar Rp10,170 miliar atau kurang sekitar Rp 500 juta.

"Ternyata selama periode September 2016 hingga 25 Juni 2017 itu, yang diberangkatkan hanya sekitar 2.000-an. Jadi, masih banyak yang belum diberangkatkan, lebih dari 4.000 calon jamaah umrah yang ditelantarkan. Nah, itu yang ternyata diklaim oleh Hannien Tour, bahwa uang mereka Rp5 miliar yang dititipkan, tidak bisa diambil," imbuh Agus.

Seiring proses penyidikan dan pengembangan kasus penelantaran ribuan calon jemaah umrah oleh Hannien Tour itu, ternyata Polda Jabar sudah menghubungi, untuk bisa memeriksa empat tersangka, mengingat banyak korban dari tiga kabupaten yang ada di wilayah Jabar melapor sebagai korban penipuan.

Empat tersangka direkti Hannien Tour yang saat ini masih terus diperiksa intensif itu ialah Direktur Utama (Dirut) atau Bos PT Utsmaniyah Hannien Tour, Farid Rosyidin, 45, Bendahara Avianto B Satya, 50, Direktur Teknis Ilham, 32, dan Direktur Operasional Arif, 50.

Selain Polda Jabar, lanjut Kasat, tak menutup kemungkinan kawasan lain juga akan melakukan pemeriksaan terhadap tersangka. Pasalnya, ada sebanyak 10 kantor cabang milik Hannien Tour yang tersebar di Indonesia. Meski begitu, pihaknya siap melakukan koordinasi untuk menelusuri para korban kasus kejahatan penipuan dan penggelapan tersebut.

Dari hasil pemeriksaan empat tersangka, penyidik Polresta Surakarta setidaknya sudah menyita dua kontainer barang bukti berupa perlengkapan umrah dan dokumen. Selain itu juga menyita sejumlah mobil operasional milik Hannien Tour. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya