Presiden Targetkan 7 Juta Sertifikat Tanah

Palce Amalo
09/1/2018 07:45
Presiden Targetkan 7 Juta Sertifikat Tanah
(MI/PALCE AMALO)

PRESIDEN Joko Widodo menargetkan 7 juta sertifikat tanah selesai tahun ini dan menjadi 9 juta sertifikat pada 2019 di seluruh Indonesia. Selanjutnya pada 2020, diproyeksikan akan rampung 12 juta sertifikat.

"Nanti kepala Kanwil BPN serta kabupaten dan kota jangan tidur. Urus sertifikat terus supaya rakyat pegang sertifikat karena ini bukti hak atas tanah kita," ujar Presiden Jokowi seusai membagikan 65.548 sertifikat tanah kepada warga NTT di Kupang, kemarin.

Jika target penyelesaian sertifikat tidak ditetapkan, menurut Jokowi, Indonesia butuh 160 tahun untuk menyelesaikan 80 juta sertifikat. Pasalnya, sebelum Presiden Jokowi menjabat, setiap tahun sertifikat yang dikeluarkan antara 400 ribu dan 500 ribu lembar.

"Saya ingin agar masalah tanah di Indonesia ini berkurang. Kalau sudah ada sertifikat tanah, tentu saja perebutan lahan tidak terjadi lagi dan meminimalkan konflik," tambahnya.

Biasanya, menurut Jokowi, pemegang sertifikat tanah ingin dokumen tanah itu dijadikan agunan di bank. Di provinsi lain, sudah hampir 50% warga yang pegang sertifikat memakainya sebagai agunan di bank untuk mendapatkan modal usaha.

"Kalau mau dijadikan jaminan utang, harus berhati-hati agar dikalkulasi dengan baik dan gunakan pinjaman untuk modal yang produktif, jangan sampai sertifikat ini hilang karena dilelang sebagai pelunasan utang," pesannya.

Presiden kemudian mendesak Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil agar secepatnya menyelesaikan masalah tanah dengan mengeluarkan lebih banyak sertifikat.

Jokowi mengharapkan agar setiap kepala kantor ATR dan BPN bekerja keras untuk mengeluarkan sertifikat tanah bagi masyarakat di daerah masing-masing.

Kementerian ATR/BPN menargetkan pada tahun ini NTT akan mendapatkan 254 ribu sertifikat tanah.

Sofyan pun mengaku bahwa Presiden Jokowi telah menugasinya agar mendaftar seluruh tanah di NTT ini agar memiliki sertifikat tanah.

Hal itu dilakukan sebab pemerintah sendiri menargetkan agar pada 2025 nanti seluruh tanah di Indonesia besertifikat.

Kartu Indonesia pintar

Kegiatan lain yang dilakukan Jokowi di Kupang ialah menyerahkan kartu Indonesia pintar (KIP). Pembagian KIP dilakukan di SMK 3 Kupang kepada 1.148 siswa SD hingga SMA/SMK di wilayah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

Jokowi minta kepada siswa penerima KIP untuk memanfaatkan dana tersebut untuk membeli seragam, sepatu, buku, tas sekolah. "Kalau (dana digunakan untuk membeli) pulsa, enggak boleh. Kalau ketahuan uangnya untuk beli pulsa, kartunya dicabut," kata Jokowi.

Setelah membagikan KIP, Jokowi memberikan kuliah umum (studium generale) di Universitas Muhammadiyah Kupang yang diikuti ribuan mahasiswa.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengatakan kunjungun Presiden Joko Widodo yang keenam kalinya ke NTT membawa optimisme bagi pemerintah dan masyarakat untuk terus membangun provinsi itu.

"Kita semua tentu terus mendoakan agar beliau tetap sehat dan terus memotivasi kita untuk membangun Indonesia di NTT," katanya.

Setelah kunjungan ke Kupang, rombongan Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana selanjutnya menuju Pulau Rote dan menginap di sana. Jokowi merupakan satu-satunya kepala negara yang mengunjungi masyarakat di pulau terselatan Indonesia yang berbatasan langsung dengan Australia itu.

Presiden Jokowi dijadwalkan hari ini meresmikan pengoperasian Bendungan Raknamo yang berada di Kabupaten Kupang, NTT.(Ant/X-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya