Selewengkan Beras Bulog Polisi Tangkap Pengusaha Banjarmasin

Denny S
08/1/2018 13:16
Selewengkan Beras Bulog Polisi Tangkap Pengusaha Banjarmasin
(Ilustrasi -- MI/Supardji Rasban)

DIREKTORAT Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan membongkar kasus penyelewengan beras bulog dan menangkap seorang pengusaha beras asal Banjarmasin, Burhanudin.

Polisi menyita sedikitnya 375 karung beras atau 18,7 ton beras bulog yang dipalsukan dan akan dikirim ke Surabaya, Jawa Timur. Operasi yang menjadi bagian aksi tim Satgas Pangan Kalsel ini menyasar Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, akhir pekan kemarin.

Dari penggerebekan di sebuah gudang di kawasan Pelabuhan Trisakti polisi menemukan sedikitnya 375 karung atau sekitar 18,7 ton beras yang sudah ditaruh dalam kontainer dan siap dikirim ke Surabaya. Selain itu polisi juga menemukan puluhan karung kosong bermerk bulog.

Kepala Bagian Humas Polda Kalsel, Ajun Komisaris Besar M Rivai, Senin (8/1) mengungkapkan, dalam operasi ini petugas menemukan beras Bulog jenis beras CBP atau beras untuk kegiatan Operasi Pasar yang telah diganti dengan kemasan karung putih polos yang akan dikirim ke Surabaya.

"Polisi menemukan ratusan karung beras dalam kontainer berisi beras bulog yang telah disalahgunakan oleh pelaku. Tersangka dikenakan Pasal 143 jo Pasal 99 UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan," ungkapnya.

Hasil pemeriksaan sementara kuat dugaan modus kejahatan tersangka adalah dengan membeli beras bulog (beras Vietnam) ke Bulog untuk keperluan operasi pasar.

Namun, beras tersebut oleh tersangka Burhanudin yang juga kerap disapa Haji Boy ini diganti karungnya dan selanjutnya, beras-beras tersebut dimasukkan ke dalam kontainer dan rencananya dijual ke Surabaya, Jawa Timur.

Burhanudin,35 adalah seorang pedagang besar beras yang berdomisili di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Kuripan, Kota Banjarmasin.

Saat ini semua barang bukti berupa beras medium impor asal Vietnam sebanyak 375 karung atau 18.750 kilogram dititipkan polisi di Gudang Bulog di kawasan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Kepala Bulog Divre Kalsel, mengakui rawannya penyimpangan beras bulog di lapangan termasuk beras keperluan operasi pasar maupun beras miskin (raskin). Di sisi lain Bulog mencatat stok kebutuhan pokok di Kalsel dinyatakan aman hingga tujuh bulan ke depan.

Dijadwalkan Senin (8/1) Kapolda Kalsel akan menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus ini. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya