Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah Kota Sukabumi, Jawa Barat, menetapkan status siaga darurat bencana banjir dan tanah longsor. Pertimbangannya berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca beberapa waktu ke depan masih cenderung ekstrem.
"Status siaga darurat bencana banjir dan tanah longsor ditetapkan sejak 1 Desember 2017 hingga 31 Mei 2018," terang Kepala Unsur Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan, kepada Media Indonesia, Jumat (5/1).
Asep tak memungkiri sampai saat ini kondisi cuaca terbilang belum normal. Masih terjadi hujan dengan kecepatan angin di atas rata-rata normal.
"Cuaca tak bisa diprediksi. Hari ini (kemarin) saja sejak lagi sudah turun hujan meskipun berintensitas rendah yang disertai angin," tuturnya.
Potensi kebencanaan yang mungkin terjadi dalam kondisi cuaca seperti saat ini yakni banjir dan tanah longsor. Sejumlah wilayah di Kota Sukabumi terpetakan rawan banjir dan tanah longsor di antaranya di Kecamatan Cikole dan Kecamatan Gunungpuyuh.
Sementara itu, berdasarkan hasil rekapitulasi, jumlah kejadian bencana di Kota Sukabumi selama 2017 mencapai 159 kali.
Rinciannya, kebakaran sebanyak 24 kali, banjir sebanyak 18 kali, tanah longsor sebanyak 50 kali, angin topan/puting beliung sebanyak empat kali, gempa bumi sebanyak 23 kali, dan cuaca ekstrem sebanyak 40 kali. Nilai kerugian yang ditimbulkan akibat berbagai bencana sepanjang 2017 mencapai sebesar Rp2.761.150.000.
Rinciannya, dari kebakaran taksiran kerugian mencapai sebesar Rp920.850.000, banjir sebesar Rp158.000.000, tanah longsor sebesar Rp1.057.800.000, angin topan/puting beliung sebesar Rp20.000.000, gempa bumi sebesar Rp30.000.000, dan cuaca ekstrem nilak kerugiannya sebesar Rp574.500.000.
"Nilai kerugian paling besar tahun ini berasal dari bencana tanah longsor," kata Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami.
Besaran nilai kerugian bencana tahun ini jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan selama 2016 yang mencapai Rp9.359.600.000. Jumlah kejadian bencana pun selama 2017 juga jauh lebih sedikit ketimbang 2016.
"Kalau 2016 jumlah kejadian bencana sebanyak 187 kali," bebernya.
Berbagai kejadian bencana di Kota Sukabumi berdampak terhadap 316 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 608 jiwa. Tidak ada korban jiwa atau luka dalam berbagai kejadian bencana selama 2017.
"Korban jiwa, luka, maupun hilang tidak ada. Hanya yang terdampak sebanyak 316 KK atau sebanyak 608 jiwa," tandas Zulkarnain. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved