Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TINGGINYA curah hujan di kawasan hulu dan hilir dalam beberapa hari terakhir menyebabkan permukaan Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengalami kenaikan secara signifikan dalam dua hari terakhir.
Meski belum berstatus siaga banjir, meluapnya permukaan sungai juga membuat warga waspada. Kondisi tersebut juga memaksa ratusan penambang pasir tradisional meminggirkan perahu dan berhenti menambang.
Kewaspadaan juga dilakukan pengelola perahu penyeberangan tradisional di Bengawan Solo. Jumat (5/1) sekitar pukul 07.00 WIB, di papan pantau Taman Bengawan Solo (TBS) di Kecamatan Bojonegoro, permukaan air sudah mendekati titik 12 meter dari permukaan laut (mdpl) atau kurang 1 meter lagi masuk Siaga I banjir.
"Air mulai datang dengan cepat sejak tadi malam," ujar Sularto, nakhoda perahu penyeberangan di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, kepada Media Indonesia, Jumat (5/1).
Dengan meningkatnya permukaan air secara signifikan itu membuat pengelola perahu penyeberangan tradisional mengurangi jumlah penumpangnya. Jika, permukaan sungai dalam posisi normal perahu dengan ukuran 1,5 meter x 7 meter mampu mengangkut 40 orang. Namun dengan meningkatnya permukaan air, jumlah penumpang dikurangi hingga separuh kapasitas biasanya.
"Ya buat jaga-jaga, kita kurangi penumpangnya Mas," tambah Wardoyo, awak perahu lainnya.
Hujan deras dari hulu dan hilir Bengawan Solo disebut sebagai pemicu kenaikan permukaan sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut. Kondisi tersebut membuat petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat terus melakukan pemantau perkembangan Sungai Bengawan Solo.
Meluapnya permukaan air sungai juga memaksa ratusan warga penambang pasir di kawasan setempat berhenti operasi. Mereka juga meminggirkan perahu pengangkut pasir agar tidak hanyut terbawa arus sungai. Ratusan penambang pasir tradisional itu berjajar mulai dari hulu Bengawan Solo di kabupaten setempat.
Yakni, dari Kecamatan Margomulyo, Padangan, Kalitidu, Gayam, Dander, Malo, Bojonegoro, Balen, hingga wilayah hilir di Kecamatan Baureno. Aktivitas perahu penyebrangan di kabupaten setempat juga berlangsung sepanjang wilayah kecamatan tersebut di atas.
"Para penambang pasir malah sudah libur sejak dua hari ini. Air sudah sangat deras begini nggak ada yang berani nambang Mas," jelas Wardoyo.
Meski belum siaga, peningkatan permukaan air sungai berlangsung sejak Jumat dini hari ini terus dipantau BPBD setempat.
"Kita selalu waspada bencana. Termasuk, luapan Bengawan Solo Mas," ujar Eko, petugas BPBD Bojonegoro, terpisah. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved