Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Rencana masuknya PDI Perjuangan sebagai pengusung Ridwan Kamil (Emil) di Pigub Jabar tidak serta merta menjadikan partai tersebut berada di posisi paling atas. Meski memiliki suara paling besar dibanding lainnya, partai pimpinan Megawati Soekarno Putri ini tidak berarti bisa mengusung kadernya menjadi calon wakil gubernur.
Hal ini diungkapkan Ketua DPW Partai Nasional Demokrat (NasDem) Provinsi Jawa Barat Saan Mustopa, di Bandung, Jumat (5/1). Saan mengatakan, seluruh partai pengusung Emil pada Pemilu Gubernur Jawa Barat 2018 memiliki peran dan hak yang sama.
Terlebih, tanpa hadirnya PDI Perjuangan pun sudah memenuhi syarat untuk mengusung pasangan karena di dalamnya sudah terdapat Partai NasDem, PPP, PKB, dan Hanura. "Ketika PDIP masuk, semua sama, enggak punya hak istimewa," kata Saan.
Oleh karena itu, menurutnya seluruh partai harus diajak komunikasi saat penetapan calon wakil gubernur yang akan bertarung pada Pemilu Gubernur Jawa Barat 2018. "Sehingga apa yang ditentukan Kang Emil tidak menimbullkan problem baru. Jangan sampai partai ini merasa tidak diberi tahu," paparnya.
Meski begitu, Saan memastikan pihaknya memberi kewenangan sepenuhnya kepada Emil terkait pemilihan tersebut. "NasDem beri kesempatan sepenuhnya ke Kang Emil, baik dari luar maupun dalam (partai koalisi), termasuk PDIP," katanya.
Lebih lanjut Saan katakan, rencana masuknya PDI Perjuangan ke dalam koalisi pengusung Emil masih akan menambah kuat barisan pengusung. "Koalisi makin kuat, sampai 44 %. Mudah-mudahan ada dampak elektoral," katanya.
Disinggung rencana PPP yang akan menarik diri jika kadernya tak dipilih, menurutnya hal ini biasa dalam berpolitik. "Ini hanya soal komunikasi," katanya. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved