NasDem Serahkan SK untuk Empat Pilkada NTB

Yusuf Riaman
04/1/2018 20:56
NasDem Serahkan SK untuk Empat Pilkada NTB
(Ilustrasi)

DEWAN Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem menyerahkan surat keputusan dukungan untuk mengusung empat bakal calon kepala daerah pada Pemilihan Kepala Daerah serentak di Nusa Tenggara Barat 2018.

Keempat surat keputusan (SK) dukungan yang diserahkan itu, di antaranya untuk Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB untuk pasangan Suhaili-Amin. Selanjutnya, untuk Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur kepada Sukiman-Rumaksi. Kemudian, Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat Faozan-Sumiatun, dan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bima Muhammad Lutfi-Fery Sofian.

Penyerahan SK sendiri diberikan Wakil Ketua DPP NasDem Atang Irawan kepada masing-masing bakal calon kepala daerah. Untuk Pilkada Gubernur diwakili H Muhammad Amin, Lombok Timur dihadiri langsung pasangan Sukiman-Rumaksi, Pilkada Lombok Barat diwakili salah satu tim pemenangan dan Pilkada Kota Bima diterima langsung H Muhammad Lutfi.

"Ini merupakan jawaban atas berbagai dinamika politik yang terjadi di NTB," ujar Ketua DPW Nasdem NTB, H Muhammad Amin, yang juga menjadi bakal calon Wakil Gubernur mendampingi H Moh Suhaili FT sebagai bakal calon Gubernur NTB pada acara konsolidasi dan penyerahan SK di Mataram.

Untuk Pilkada di NTB, kata Amin, NasDem bertekad di setiap Pilkada yang diikuti mampu keluar sebagai pemenang. Namun, kemenangan yang nantinya diraih dengan cara-cara yang beretika dan bermartabat.

"Kami ingin menang dengan cara-cara yang beretika dan bermartabat," katanya.

Karena itu, dirinya berharap seluruh pengurus dan kader Partai NasDem untuk tetap menjaga kekompakan dan kebersamaan.

"Saya intruksikan ke seluruh jajaran untuk kita bersama berjuang dan bekerja keras untuk memenangkan pasangan kita d wilayah masing-masing," ucapnya.

Sementara Ketua Bapilu DPW Nasdem NTB, Ardani Zulfikar, menyatakan, keputusan Partai NasDem untuk mendukung empat bakal calon kepala daerah sudah final, baik Suhaili-Amin, Sukiman-Rumaksi, Faozan-Sumiatun, maupun Muhammad Lutfi-Fery Sofian.

"Dalam prosesnya Nasdem tidak meminta mahar. Kenapa? Karena kami ingin melahirkan pemimpin yang bersih. Bahkan ini menjadi titik awal dari episentrum dalam pergerakan itu," kata Ardani Zulfikar. (Ant/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya