Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah meningkatkan dana bergulir untuk penguatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pada 2018 menjadi Rp2,5 triliun dari sebelumnya Rp1,5 triliun.
Adapun realisasi kredit usaha rakyat (KUR), volumenya mencapai Rp100 triliun bagi pinjaman di atas Rp50 juta. Sedangkan dana untuk UMKM yang sudah digulirkan sejak 2017 sebesar Rp1,5 triliun. Dana itu disalurkan melalui lembaga penyalur di seluruh Indonesia baik koperasi dan nonkoperasi.
"Semoga program ini berjalan baik. Evaluasinya pada pertengahan 2018, kalau baik, nantinya pada 2019 akan ditingkatkan," tegas Menkeu saat kunjungan ke nasabah pembiayaan Ultra Mikro (UMi) Pusat Investasi Pemerintah, Kementerian Keuangan, di Pasar Besar, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (4/1).
Menkeu mengungkapkan, penyaluran dana itu harus dipastikan bahwa rakyat kecil tidak terbebani dan uangnya utuh sampai ke penerima manfaat. Sebab, program ini merupakan amanah.
"Anggaran untuk itu, harus dipastikan seluruhnya tersalurkan ke rakyat, tidak ada yang nyangkut," katanya.
Dana bergulir termasuk program penyaluran kredit ultra mikro, itu percontohannya sudah diterapkan secara nasional, dari Sabang sampai Merauke. Skema pembiayaan berdurasi pendek 3-4 bulan dengan besar pinjaman maksimal Rp10 juta, semakin memperkuat usaha pelaku UMKM.
Melalui anggaran Rp2,5 triliun pada 2018, diharapkan pelaku usaha mendapatkan akses pendanaan. Dampaknya, mereka bisa menambah modal kerja dengan bunga sangat rendah.
Berkaitan dengan hal itu, koperasi yang belum mampu, juga harus dibina. Tujuannya agar rakyat memiliki kegiatan ekonomi yang positif.
Hal itu sesuai perintah Presiden Joko Widodo yang menginginkan agar pembangunan bisa dinikmati masyarakat, di antaranya infrastruktur, listrik menjangkau pelosok desa hingga program penguatan UMKM.
Pada kesempatan itu, Menkeu menyaksikan penyaluran pembiayaan dari Koperasi Simpan Pinjam Syariah Sidogiri Indonesia.
Pengelola BMT UGT Sidogiri, Abdul Rohim, menyatakan, sudah menerima program pembiayaan UMKM dari pemerintah sebesar Rp50 miliar. Sejauh ini, program itu sudah memberikan manfaat bagi 7 ribu anggota dari 16 kantor di Kota Malang.
Adapun total peminjam, lanjut Rohim, sebanyak 150 ribu orang dari 278 kantor di 10 provinsi. Peminjam terbanyak, yakni kalangan perempuan dengan pinjaman maksimal Rp10 juta.
"Dalam menyalurkan pembiayaan Umi tanpa biaya administrasi. Ada kemudahan, petugas tersebar di pasar," ujarnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved