Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Gubernur Bali I Ketut Sudikerta menginstruksikan seluruh petugas untuk memperketat penjagaan terhadap turis asing yang menerobos masuk ke dekat kawah Gunung Agung hanya untuk foto-foto di puncak kawah.
"Saya minta kepada petugas perbatasan, juga kepada Pesemetonan Jaga Baya (Pasebaya) Gunung Agung untuk mencegah dan memperketat penjagaan terhadap turis asing yang masuk ke zona bahaya atau KRB 3. Karena bila terjadi apa-apa, maka beritanya akan tersebar ke seluruh dunia," ujarnya di Denpasar, Kamis (4/1).
Pengetatan penjagaan itu dilakukan karena banyak turis yang menyelinap masuk ke kawasan puncak kawah sekadar untuk berswafoto. Hal itu tentu sangat membahayakan keselamatan para turis itu sendiri.
Sementara itu, Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan status Gunung Agung, Karangasem, Bali masih berstatus awas.
Namun demikian, PVMBG menurunkan batas radius aman untuk beraktivitas menjadi 6 kilometer dan perluasan sektoral 8 kilometer. Sebelumnya, radius zona bahaya sejauh 8 km dengan perluasan sektoral 10 km.
Gunung Agung saat ini masih berada dalam fase erupsi dengan aktivitas vulkanik yang relatif tinggi dan fluktuatif.
"Berdasarkan hasil analisis data visual maupun instrumental (seismik, deformasi, dan geokimia), saat ini Gunung Agung masih berada dalam fase erupsi, aktivitas vulkanik masih relatif tinggi dan fluktuatif. Material erupsi berupa lava yang mengisi kawah, embusan atau letusan abu, dan lontaran batuan di sekitar kawah," ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi.
Volume lava di dalam kawah sekitar 20 juta meter kubik atau sekitar 1/3 dari volume kawah (60 juta meter kubik). Laju pertumbuhan kubah saat ini rendah sehingga untuk memenuhi volume kawah dalam waktu singkat kemungkinannya kecil.
Status kegempaan Gunung Agung hingga Rabu (3/1) kemarin pukul 18.00 Wita menunjukkan jumlah kegempaan dengan konten frekuensi tinggi maupun rendah hingga saat ini masih terus terekam dan mengindikasikan masih adanya tekanan dan aliran magma dari kedalaman hingga ke permukaan.
Namun, energi gempa saat ini belum menunjukkan tren naik yang signifikan. Data Deformasi dalam beberapa hari terakhir juga menunjukkan tren yang stagnan yang mengindikasikan belum ada peningkatan pada sumber tekanan yang signifikan.
Data geokimia terakhir menunjukkan masih adanya gas magmatik SO2 dengan flux sekitar 100-300 ton per hari. Perkiraan potensi bahaya saat ini berupa lontaran batu pijar, pasir, kerikil, dan hujan abu pekat, serta lahar hujan.
Bahaya lontaran batu, pasir, kerikil, dan abu pekat diperkirakan melanda area di dalam radius 6 km dari kawah. Sedangkan bahaya lahar hujan akan mengikuti lembah sungai yg berhulu dari Gunung Agung bergantung pada debit air maupun volume material erupsi.
Dengan skala erupsi pada saat ini (intermittent), maka potensi bahaya Awan Panas kemungkinannya masih relatif kecil karena selain pertumbuhan lava yang melambat untuk memenuhi isi kawah, juga kemungkinan lain yaitu untuk mendobrak kubah lava menjadi awan panas maka diperlukan pembangunan tekanan yang cukup besar.
Sementara pembangunan tekanan hingga hari ini belum menunjukkan pola peningkatan yang signifikan. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved