Tengku Erry Teratas, Djarot Nomor Empat

Antara
04/1/2018 12:38
Tengku Erry Teratas, Djarot Nomor Empat
(Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi---MI/Puji Santoso)

KENDATI belum dideklarasikan oleh Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, sosok Djarot Saiful Hidayat digadang-gadang bakal meramaikan bursa calon gubernur Sumatera Utara dalam Pilkada Serentak 2018.

Hasil survei Lembaga Survey dan Polling Indonesia (SPIN) justru menempatkan Djarot pada urutan keempat, setelah Tengku Erry Nuradi selaku Gubernur Sumatera Utara petahana.

"Berdasarkan survei kami, popularitas dan elektabilitas calon kandidat pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara beberapa waktu lalu," kata Direktur SPIN Igor Dirgantara dalam siaran pers, diterima di Jakarta, Kamis (4/1).

Dalam riset yang dilakukan dengan wawancara sebanyak 1.262 responden dengan menggunakan tehnik multistage random sampling itu, sosok Tengku Erry Nuradi memiliki nilai sempurna bagi masyarakat Sumatera Utara, yakni 93,56 persen, disusul Edy Rahmayadi sebesar 74,96 persen, dan Gus Irawan Pasaribu sebesar 65,89 persen.

"Hasil Survei SPIN ini menunjukkan bahwa Tengku Erry Nuradi adalah bakal cagub paling dikenal di semua golongan usia, suku, kelompok sosial ekonomi di Sumut, disusul oleh Edy Rahmayadi di peringkat kedua, dan Gus Irawan Pasaribu di posisi ketiga. Ketika responden ditanya siapakah calon gubernur yang paling disukai hari ini, nama Tengku Erry Nuradi mendapat 44,70 persen, diikuti Edy Rahmayadi 19,34 persen, dan Gus Irawan Pasaribu 9,23 persen," kata Igor.

Sedangkan, terkait figur paling layak memimpin, Tengku Erry Nuradi memperoleh dukungan sebesar 37,54 persen, Edy Rahmayadi sebesar 32,45 persen, Gus Irawan Pasaribu sebesar 10,21 persen. Sedangkan Djarot hanya memperoleh dukungan sebesar 9,10 persen.

"Dan jika Pilkada Sumatera Utara dilakukan hari ini (Kamis, 4/1), maka lagi-lagi Tengku Erry Nuradi juara dengan 23,89 persen, sementara Edy Rahmayadi mendapat 20,45 persen, Ngogesa Sitepu 8,26 persen, dan Djarot Saiful Hidayat 6,21 persen, Gus Irawan Pasaribu 4,21 persen, dan yang belum memutuskan atau undecided voters sebesar 25,68 persen," katanya lagi.

Hasil survei tersebut, lanjutnya, menetapkan Tengku Erry Nuradi dan Edy Rahmayadi sebagai kandidat yang akan bersaing ketat dalam Pilkada Sumut 2018. Hanya saja, Tengku Erry Nuradi unggul bagi pemilih perempuan, yakni sebesar 23,3 persen, sedangkan Edy Rahmayadi unggul bagi pemilih laki-laki, yakni sebesar 24,2 persen.

"Persaingan keduanya terlihat dalam berbagai simulasi yang dilakukan, mulai dari 10 kandidat hingga empat kandidat. Intinya, jika Pilkada Sumut diikuti oleh empat calon gubernur, maka Tengku Erry Nuradi pemenangnya. Namun jika terdapat lima calon gubernur atau lebih, maka kompetisi akan berlangsung ketat antara Edy Rahmayadi dan Tengku Erry Nuradi sebagai petahana," kata Igor pula.

Sementara itu, hasil survei calon wakil gubernur Sumatera Utara Gus Irawan Pasaribu mendapat dukungan sebesar 25,25 persen disusul Ngogesa Sitepu sebesar 19,21 persen, JR Saragih sebesar 14,23 persen, dan Maruarar Sirait sebesar 8,97 persen. Sementara yang belum memutuskan sebesar 23,56 persen.

Sedangkan, elektabilitas partai politik di Sumatera Utara, Partai Golkar masih teratas dengan perolehan suara sebesar 14,23 persen diikuti PDIP sebesar 12,76 persen, Gerindra sebesar 10,54 persen, Partai Demokrat sebesar 6,9 persen, PKS sebesar 3,13 persen, NasDem sebesar 2,98 persen, PPP sebesar 2,6 persen, PAN sebesar 2,4 persen, Perindo sebesar 1,23 persen, PKB sebesar 1,03 persen, Partai Solidaritas Indonesia sebesar 0,93 persen, dan Hanura sebesar 0,72 persen.

"Belum memutuskan sebesar 39,65 persen serta golput sebesar 0,9 persen. Artinya, jika pemilu legislatif dilaksanakan hari ini, maka Partai Golkar jawaranya disusul PDIP dan Gerindra," kata Igor lagi. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya