Tiga Bocah Disekap Ibu Kandung selama Setahun

Bagus Suryo
03/1/2018 22:57
Tiga Bocah Disekap Ibu Kandung selama Setahun
(Ist)

KETIGA bocah itu terlihat masih trauma. Badan kurus, mata cekung, dan kulit mereka pucat akibat kekurangan asupan gizi dan sinar matahari.

Di dalam rumah Nomor 199, RT 014 RW 004, Desa Sudimoro, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, bagai penjara bagi ketiga bocah bersaudara itu. Mereka disekap oleh sang ibu, Alikah, 40, yang diduga menderita sakit jiwa.

Kini, mereka terselamatkan. Setelah terasing dari lingkungan sekitar lantaran dikurung di dalam rumah, pada Selasa (2/1) kemarin akhirnya mereka bebas. Siang itu, perangkat desa dan polisi memaksa memasuki rumah untuk menyelamatkan ketiga bocah tersebut.

Ialah Dhorifa Nur Zahro, 6, Zakiah Salsabila, 11, dan Kamelia Nawal, 13, bocah yang menjadi korban penyekapan oleh sang ibu kandung.

Selama 12 bulan, mereka terkurung dalam kamar yang terkunci rapat dengan udara pengap dan minim cahaya. Betapa tidak, jendela, pintu dan lubang ventilasi, ditutup dengan terpal dan kayu. Bahkan, pintu kamar dirantai dan digembok dari luar.

Keceriaan anak-anak polos tersebut pun sirna. Mereka dipaksa tidak boleh ke luar rumah, apalagi bermain dengan teman sebaya, termasuk pergi ke sekolah.

Kasus ini terkuak setelah Romli, ayah dari ketiga bocah itu, curiga dengan kondisi anak-anaknya saat mengunjungi mereka. Lantas, ia melapor ke perangkat desa.

Setelah itu, Bhayangkara Pembina Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polsek Bululawang, bidan desa, dan perangkat desa, mendatangi rumah yang dihuni oleh Alikah dan ketiga anaknya itu.

Kepala Kepolisian Sektor Bululawang, Kompol Supari, kepada wartawan, Rabu (3/1), mengatakan, pihaknya langsung membawa tiga bocah itu ke polindes untuk segera mendapatkan perawatan, selanjutnya diserahkan kepada bapak mereka, Romli, agar mendapatkan pengasuhan secara layak.

"Alikah sudah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Lawang. Sedangkan anak-anak itu masih menjalani perawatan di polindes ditunggui bapaknya," ujar Supari.

Sementara itu, Romli, 45, mengatakan, anak-anaknya masih mengalami trauma, menolak bertemu dengan orang lain. Ia sangat prihatin dengan kondisi yang menimpa mereka karena sebelumnya sempat mengasuh ketiganya. Namun mereka memilih kembali ke sang ibu, Alikah.

Sejak empat tahun bercerai dengan Alikah, ia masih kerap mengunjungi anak-anaknya itu. Selama itu, ia tidak melihat kondisi mencurigakan, dan masih melihat sesuatu yang wajar. Bahkan, ia tidak mengetahui mantan istrinya itu menderita gangguan jiwa.

"Saat berkunjung ke rumah, saya melihat kondisi anak-anak biasa saja. Mungkin mereka takut karena diawasi oleh ibunya," kata Romli.

Bagi tetangga sekitar rumah, kerap mendengar anak-anak itu menangis. Namun, warga tidak berani mencampuri urusan rumah tangga orang lain. Selain itu, tetangga sekitar melihat Alikah juga wajar-wajar saja, beraktivitas sebagai penjahit baju di rumah.

Setelah kasus ini terkuak, tetangga sekitar merasa prihatin. Apalagi melihat ketiga bocah itu menjadi korban karena ulah orangtua kandungnya sendiri. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya