Jaringan Gusdurian Peringatkan soal Ujaran Kebencian di Tahun Politik

Ardi Teristi Hardi
03/1/2018 19:47
Jaringan Gusdurian Peringatkan soal Ujaran Kebencian di Tahun Politik
(MI/Bary Fathahilah)

KOORDINATOR Nasional Jaringan Gusdurian, Alissa Qotrunnada Munawaroh atau akrab disapa Alissa Wahid, memperingatkan tentang tingginya ujaran kebencian yang muncul menjelang masa Pemilihan Kepala Daerah 2018 dan Pemilihan Umum 2019.

Dikhawatirkan, perpecahan bisa muncul akibat tingginya ujaran kebencian tersebut. Jaringan Gusdurian pun telah melakukan pemetaan melalui perbincangan di dunia maya.

"Yang sentimen hate speech-nya sangat tinggi Jawa Barat. Setelah itu, pantai timur Pulau Sumatra, dari bawah sampai atas. Yang kita lihat narasi keagamaan, etnis suku pun diarahkan ke keagamaan," kata putri sulung mantan Presiden Abdurrahman Wahid ini seusai diskusi dengan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (Inti) terkait Mengatasi Kesenjangan Sosial, di Yogyakarta, Rabu (3/1).

Selain itu, kata Alissa, di Pontianak, Kalimantan Barat, dan Makassar, Sulawesi Selatan, disebutnya juga lumayan tinggi polarisasi dan sentimennya juga tinggi. Adapun Jawa Timur bagian Pasuruan dan Bangil juga tinggi ujaran kebenciannya, sedangkan Surabaya dan di Jawa Tengah masih aman.

Alissa mengatakan, pihaknya juga turut mengantisipasi munculnya perpecahan di masyarakat dengan membangun pertemuan kebangsaan lintas elemen agar lebih solid. Suara persaudaraan dan kebangsaan harus lebih kuat daripada kebencian atas dasar kelompok.

"Kampanye kebangsaan online diperkuat karena serangan ideologi terhadap demokrasi banyak melalui online," pungkas dia. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya