Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WALI Kota Makassar, Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto, kembali diperiksa Tim Tindak Pidana Korupsi Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Rabu (3/1), terkait dugaan penyalahgunaan anggaran pengadaan bibit ketapang di Makassar, Sulawesi Selatan, Tahun Anggaran 2016.
Sehari sebelumnya, Danny juga diperiksa di tempat yang sama dan dimintai keterangan terkait adanya penggelembungan anggaran dana bergulir usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk tujuh sanggar di lorong yang diduga merugikan negara sekitar Rp50 juta.
Jika Selasa (2/1) kemarin Danny diperiksa selama 7 jam dan dicecar 37 pertanyaan, hari ini ia hanya 5 jam diajukan 21 pernyataan.
Juru bicara hukum dan komunikasi Pemkot Makassar, Ramsyah Tabraman, menegaskan, pemeriksaan hari ini tidak seharusnya ada karena sudah pernah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi, dan kejaksaan serta kepolisian sepakat tidak ada kerugian negara dalam kasus tersebut.
"Intinya, tadi Pak Wali Kota hanya dimintai keterangan terkait bagaimana sebenarnya program tersebut," tegas Ramsyah.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, mengungkapkan, Wali Kota Makassar diperiksa atas dugaan tindak pidana korupsi pekerjaan pemeliharaan taman dan jalur (penanaman pohon ketapang) Kota Makassar pada Dinas Pertamanan dan Kebersihan TA 2016 hingga sekarang.
"Untuk pelaksanannya yang hanya 6 bulan itu, jumlah pagunya Rp6,9 miliar, sementara realisasi hanya Rp5 miliar, sehingga ada kerugian negara Rp1,9 miliar. Dan kami menduga terjadi mark up (penggelembungan) harga pohon ketapang dan volume item pekerjaan dan jumlah pohon," urai Dicky.
Sementara Danny diperiksa di Polda, tim lain dari Tim Tipikor melakukan penggeledahan selama tiga jam di sejumlah ruangan di Balai Kota Makassar, yaitu di Kantor Bidang UMKM Dinas Koperasi dan UKM serta Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) terkait dua kasus tersebut.
Dari dua kantor tersebut yang dimasuki penyidik ialah Bidang Perbendaharaan, Bidang Akuntansi, dan Ruang Kepala BPKA disertai penjagaan ketat lima polisi bersenjata lengkap di depan ruangan.
Usai penggeledahan, ada sejumlah barang yang diamankan tim tersebut, berupa dua buah komputer, satu kotak plastik merah besar berisi berkas, satu kantong plastik berisi berkas, server CCTV, uang tunai, dan beberapa kardus.
Mereka juga mengamankan dua orang, masing-masing satu pegawai BPKA Makassar, dan satu pegawai Dinas Koperasi.
"Sampai sekarang masih dimintai keterangan," pungkas Dicky. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved