LVRI-Kemendikbud Jajaki Pelatihan Sejarah

Gol/Ant/P-2
03/1/2018 10:57
LVRI-Kemendikbud Jajaki Pelatihan Sejarah
(MI/Panca Syurkani)

LEGIUN Veteran Republik Indonesia (LVRI) melakukan penjajakan kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan perihal pelatihan pengetahuan sejarah perjuangan bangsa kepada guru-guru sejarah di sekolah.

"Pengurus LVRI sudah bertemu dengan Mendikbud, melakukan pembicaraan awal penjajagan kerja sama ini. LVRI menunggu tindak lanjutnya," kata Sekretaris Jenderal LVRI Marsda (Purn) FX Soejitno seusai berziarah di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta, kemarin.

Ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata dipimpin Ketua Umum LVRI Letjen TNI (Purn) Rais Abin untuk menghormati jasa para pahlawan sekaligus terus memelihara jiwa juang dan nasionalisme.

Menurut FX Soejitno, pada pertemuan dengan Mendikbud, LVRI mempertanyakan perihal mata pelajaran sejarah perjuangan bangsa yang ditiadakan dari kurikulum di sekolah.

"Dampaknya para pelajar dan pemuda saat ini tidak tahu sejarah perjuangan bangsanya sehingga tidak memiliki jiwa juang dan nasionalisme.''

LVRI mengusulkan agar mata pelajaran sejarah perjuangan bangsa diadakan lagi sebagai mata pelajaran dalam kurikulum di sekolah. Pengurus dan anggota LVRI pun sebagai pelaku dan saksi sejarah siap memberikan pencerahan wawasan kepada guru dan murid perihal sejarah perjuangan bangsa.

"Namun, karena pengurus dan anggota LVRI jumlahnya terbatas, Mendikbud mengusulkan agar LVRI membuat suatu materi dari hasil kajian dan kemudian diberikan pelatihan kepada guru-guru mata pelajaran sejarah di seluruh Indonesia untuk dite-ruskan kepada para murid," katanya.

Seperti diketahui veteran ada tiga kategori, yakni veteran pejuang kemerdekaan pada 1945-1949, veteran pejuang Trikora, Dwikora, dan Seroja, serta veteran pasukan PBB penjaga perdamaian dunia.

Jumlah veteran pejuang kemerdekaan serta pejuang Trikora, Dwikora, dan Seroja sudah sangat terbatas, hanya sekitar 150 orang.

"Mumpung masih ada pelaku dan saksi sejarah, kami ingin memberikan pencerahan perihal sejarah perjuangan bangsa," katanya.

LVRI menyadari bahwa pengalaman, wawasan, dan kemampuan anggota LVRI berbeda-beda sehingga nantinya LVRI akan membuat kajian dan cetak biru materi yang akan disampaikan pada pelatihan terhadap guru-guru sejarah. "Kami menunggu tindak lanjut dari Kemendikbud," katanya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya