Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH 50 tahun dikelola asing, yakni PT Total E&P Indonesie (TEPI) dan Inpex Corporation, wilayah kerja (WK) Mahakam atau Blok Mahakam secara resmi dikelola Indonesia melalui Pertamina Hulu Mahakam yang merupakan cucu PT Pertamina, mulai kemarin.
Proses alih kelola Blok Mahakam diwakili Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi untuk selanjutnya diserahkan kepada Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam. Amien menyampaikan rasa terima kasih kepada TEPI yang selama 50 tahun terakhir mengoperasikan WK yang merupakan produsen gas bumi terbesar di Indonesia itu.
Blok Mahakam dikelola TEPI dan Inpex sejak 6 Oktober 1966 dan baru pada 14 April 2015 pemerintah Indonesia memutuskan kontrak. Syamsu Alam melihat pengelolaan Blok Mahakam itu sebagai tugas negara yang harus ditunaikan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Pertamina sebagai BUMN.
"Untuk menjaga kesinambungan operasi dan produksi, sampai hari ini kami telah menuntaskan pengeboran 14 sumur dan akan menyelesaikan sumur ke-15 dalam beberapa hari ke depan," tutur Syamsu.
Pengelolaan Blok Mahakam akan tetap menjaga produksi yang telah melewati masa puncak produksi reservoirnya pada periode 2003-2009, mengontrol biaya operasi, dan tetap mengedepankan QHSSE (quality, health, safety, security and environment). Proses transfer pekerja dari TEPI dan Inpex pun sudah 98,23% hingga Desember 2017.
Komitmen penuh Pertamina untuk kesinambungan produksi juga dibuktikan dengan anggaran lebih dari US$1,7 miliar pada 2018. "Dana itu untuk eksplorasi, pengembangan, dan produksi," kata Syamsu.
Potensi di Blok Mahakam masih cukup menjanjikan. Cadangan terbukti per 1 Januari 2016 sebesar 4,9 tcf gas, 57 juta barel minyak, dan 45 juta barel kondensat. Pengelolaan WK Mahakam menjadikan Pertamina sebagai penyumbang lebih dari 30% produksi minyak dan gas nasional pada 2018.
Ekonom Indef, Bhima Yudhistira menilai, pengusaan Blok Mahakam oleh Pertamina itu akan memberikan banyak manfaat bagi negara. Salah satunya ialah industri pupuk di Kalimantan akan lebih mendapatkan kepastian pasokan gas. Harga gas pun bisa lebih bersahabat.
"Alih kelola Blok Mahakam juga harus dapat dimanfaatkan untuk memperluas program jaringan gas rumah tangga melalui pipa. Kuncinya, setelah berhasil mengakuisisi Mahakam, Pertamina harus berinvestasi lebih besar untuk mendorong pembangunan infrastruktur gas nasional," tandas Bhima.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved