Kapal Cepat Anugerah Express Terbalik, 8 Orang Meninggal Dunia

Antara
01/1/2018 21:27
Kapal Cepat Anugerah Express Terbalik, 8 Orang Meninggal Dunia
(ANTARA)

KAPAL cepat (speedboat) Anugerah Express rute Tanjung Selor-Tarakan, Kalimantan Utara, terbalik di perairan Tanjung Selor, Senin (1/1) dan mengakibatkan 8 orang meninggal dunia.

Sebanyak 27 orang masih menjalani perawatan di RSUD Soemarno Sosroatmodjo, Bulungan. Sementara korban lainnya telah pulang dan diambil keluarga mereka.

Korban yang meninggal dunia ialah Mirno (Tarakan), Muhammad Hasbi (Tarakan), Arjuna (Tarakan), Aying (Jelerai Selor), Velisyah (Berau), Nasasya (Berau), Yuliana (Tanjung Selor), dan Ahmad (Tanjung Selor).

"Berdasarkan manifest penumpang, kapal cepat itu mengangkut 48 orang, terdiri atas 43 orang dewasa dan 5 orang anak-anak ini berangkat pukul 08.15 Wita dari Tanjung Selor menuju Tarakan," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, Kalimantan Timur-Kalimantan Utara, Gusti Anwar Mulyadi, Senin siang.

Namun, di lapangan, lanjut Gusti, jumlah penumpang melebihi manifest, yakni 54 orang. Ini berdasarkan laporan dari penumpang yang selamat dan saat proses evakuasi dilakukan oleh tim Basarnas dan tim SAR gabungan dari TNI/Polri dan Dishub serta masyarakat setempat.

"Laporan yang masuk 54. Ini yang terus kita fokuskan penyelamatan dan proses evaluasi terus dilakukan. Kemungkinan yang tidak terdapat dalam manifest ini tidak membeli tiket. Untuk data yang meninggal 8 orang dan kini berada di RSUD Bulungan Kaltara," ungkapnya.

Kapolres Bulungan, AKBP Muhammad Fachry, membenarkan bahwa ada perbedaan jumlah manifest dengan jumlah penumpang kapal sebenarnya. Oleh karenanya, untuk memastikan hal itu, pihaknya masih menelusuri ke agen penjualan tiket terkait adanya perbedaan daftar manifest dengan jumlah penumpang yang terdata terakhir.

"Kemungkinan ada manifest yang lain kita sedang selidiki. Sesuai manifest yang beredar jumlah penumpang kapal cepat Anugerah Express sebanyak 45 orang ditambah 1 orang motoris dan 2 anak buah kapal (ABK). Ini yang terus kita telusuri," ujar Fachry.

Kapolres menjelaskan, dari keterangan berbagai pihak dan motoris, kapal cepat nahas tersebut oleng setelah bodi kapal menabrak kayu yang hanyut. Pada saat oleng, penumpang kemudian panik hingga menyebabkan kapal cepat makin miring ke kanan. Sehingga kapal berangsur terbalik hingga sudut kemiringan mencapai 180 derajat.

"Ketika kayu itu tiba-tiba muncul, speedboat langsung menabrak. Speedboat oleng ke kanan. Penumpang panik," kata Kapolres.

Saat ini, motoris kapal Amir telah diperiksa sebagai saksi.

"Kita masih kumpulkan bukti-bukti. Bisa saja menjadi tersangka sesuai dengan alat bukti yang ada," sebutnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya