Fenomena Supermoon Hiasi Langit Indonesia di Awal Tahun

Depi Gunawan
01/1/2018 20:37
Fenomena Supermoon Hiasi Langit Indonesia di Awal Tahun
(AFP)

FENOMENA benda langit akan sering menghiasi langit Indonesia di tahun ini. Bahkan di awal bulan ini, dua peristiwa langka akan terjadi sekaligus yaitu supermoon dan gerhana bulan.

Keterangan buku berjudul Astronomical Almanac for the Year 2018 terbitan The United States Naval Observatory (USNO) 2017 yang dijelaskan peneliti Observatorium Bosscha Lembang, Mochamad Irfan, menyebutkan, peristiwa langka tersebut ialah supermoon akan menghiasi langit Indonesia dua kali sekaligus pada Januari 2018.

"Yang pertama adalah supermoon 2 Januari, dilanjutkan 31 Januari yang terjadi tiga fenomena sekaligus, yakni bluemoon, supermoon, dan gerhana bulan total," ucap Irfan di Observatorium Bosscha Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat, beberapa hari lalu.

Irfan menjelaskan, supermoon pada 2 Januari terjadi ketika bulan mencapai fase purnama pada jarak terdekat dari bumi atau perigee dengan jarak 356,573,150 kilometer.

"Luas penampang piringan bulan saat supermoon lebih besar 25% dari biasanya. Supermoon kali ini adalah yang terbesar dan paling terang selama 2018," katanya.

Mengenai supermoon 31 Januari 2018, lanjut Irfan, tidak akan sebesar supermoon sebelumnya, tetapi fenomena ini lebih spesial karena akan terjadi bersamaan dengan bluemoon dan gerhana bulan.

"Fenomena ini bisa diamati sepanjang malam, namun waktu terbaik menikmati fenomena supermoon yakni sesaat setelah bulan terbit, sekitar jam 17.48 WIB atau sebelum bulan terbenam di pagi hari," bebernya.

Masyarakat yang bisa melihat urutan atau proses supermoon ini antara lain yang berada di wilayah Sulawesi, Kalimantan, serta Jawa bagian timur. Sedangkan masyarakat di Jateng, Jabar, dan Sumatra, hanya bisa melihat saat bulan sudah di posisi gerhana.

"Di wilayah kota, mungkin kurang bisa merasakan terangnya cahaya bulan saat supermoon karena tersamarkan cahaya-cahaya lampu. Tapi kalau di tempat yang jarang penerangan, supermoon itu akan terlihat terang sekali," terangnya.

Irfan juga menyatakan, supermoon dan gerhana bulan bisa dapat lebih jelas diamati dengan peralatan seperti teleskop.

"Namun bagi yang tidak punya alat pengamatan, tetap bisa melihatnya dengan mata telanjang. Dengan mencari lapangan terbuka yang jauh dari gedung," tandasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya