Ribuan Kader dan Dukun Bayi di Brebes Diminta Kawal Ibu Hamil

Supardji Rasban
27/12/2017 20:36
Ribuan Kader dan Dukun Bayi di Brebes Diminta Kawal Ibu Hamil
(thinkstock)

RIBUAN kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan dukun bayi di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, diminta melakukan gerakan kawal ibu hamil (meteng). Mengigat, Kabupaten Brebes masih tinggi dalam angka kematian ibu melahirkan dan bayi yang dilahirkan.

Gerakan itu ditandai dengan pembacaan ikrar bersama antara Wakil Bupati, Kepala Dinas Kesehatan, Kader Posyandu, dan dukun bayi serentang di sejumlah tempat.

"Semua harus bergerak, mengawal ibu hamil agar ibunya sehat bayinya selamat," ajak Wakil Bupati Brebes, Narjo, saat temu kader dan dukun bayi guna mendukung Gerakan Brebes Kawal Wong Meteng, di Aula SMAN 1 Larangan, Rabu (27/12).

Narjo menuturkan, kendati Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan dan Angka Kematian Bayi (AKB) yang dilahirkan di Kabupaten Brebes sudah menurun, tetap harus terus dikawal. Karena jumlah wong meteng dengan kader dan dukun bayi jauh lebih banyak.

"Semua harus terlibat mengawal wong meteng, dari suami, keluarga, bupati, polisi, TNI, dan seluruh warga masyarakat untuk peduli kepada wong meteng," kata Narjo.

Wakil Bupati Brebes itu menyebut, keberadaan ibu yang mengandung sangat membutuhkan pertolongan semua pihak.

"Harus diketahui keberadaannya dan juga harus perhatikan dan ditolong saat persalinannya," imbau Narjo.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati memberikan bantuan uang transportasi kepada para dukun bayi dan kader Posyandu. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Sri Gunadi Purwoko, menjelaskan ada sebanyak 1.298 dukun bayi dan 8.160 kader Posyandu se-Kabupaten Brebes.

"Masing masing dukun bayi dan kader Posyandu mendapatkan Rp250.000," terang Sri Gunadi.

Dalam kegiatan tersebut, para dukun bayi dan kader Posyandu mengikrarkan gerakan mendukung kawal wong meteng. Kegiatan serupa digelar di tempat lain yakni di Yayasan Bakti Setia Losari--untuk Sembilan Puskesmas wilayah Tanjung Sedangkan di Pendopo Brebes, dihadiri langsung Bupati Brebes, Idza Priyanti, untuk wilayah BLUD Brebes.

Diakui Idza, AKI di Brebes masih tinggi karena ada 31 orang yang meninggal di pada 2017. Bupati berharap ada dukungan seluruh pihak dari hulu hingga hilir dalam menangani AKI maupun AKB.

"Di tingkat hulu diperlukan kesadaran masyarakat dan pihak-pihak terkait dalam upaya promotif dan preventif. Sedangkan di tingkat hilir perlu ditingkatkan penanganan kuratif," ujarnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya