Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANTREAN kendaraan mulai memadati ruas jalan di wilayah Lembang, Sabtu (23/12) siang. Diprediksi, kepadatan kendaraan akan terus terjadi hingga puncaknya pada malam pergantian tahun.
Laju kendaraan dari arah bawah (Kota Bandung) menuju Lembang terpantau berjalan merayap sejak Terminal Ledeng. Kendaraan pribadi dan bus-bus besar lebih mendominasi di jalan raya.
Petugas kepolisian terlihat sibuk mengatur lalu lintas di simpang Grand Hotel dan Posko Panorama. Bukan hanya di jalur utama, sejumlah jalan alternatif pun tak luput dari kepadatan kendaraan. Namun begitu, hingga Sabtu siang, Polres Cimahi belum memberlakukan jalan satu arah (one way) di Simpang Grand Hotel karena kepadatan lebih terpusat di pusat Kota Lembang.
Kapolres Cimahi, AKBP Rusdy Pramana Suryanagara, mengatakan, kondisi lalu lintas di Lembang ramai lancar dan terkendali. Bahkan, untuk kecepatan kendaraan berkisar antara 30-50 kilometer per jam.
"Nah, ini menandakan bahwa aktivitas liburan di Lembang belum mengalami peningkatan yang berarti, artinya sama dengan weekend seperti biasa," ujarnya saat ditemui, Sabtu.
Prediksi kepolisian, lanjut dia, akan terjadi peningkatan aktivitas masyarakat sampai beberapa hari ke depan. Namun, karena jarak waktu liburan lebih panjang, konsentrasi masyarakat untuk berwisata jadi terpecah-pecah.
"Mungkin kesadaran masyarakat juga sudah mulai tumbuh, artinya mau saling menghargai antara pengguna jalan sehingga kita cukup terbantu juga," tuturnya.
Pihaknya mengharap kesadaran pengguna jalan untuk mematuhi aturan dan anjuran polisi agar keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas tetap terus terjaga.
Sementara itu, Asep, 46, sopir pengangkut sayuran mengeluh karena waktunya terpaksa terbuang percuma di jalanan saat menghadapi kemacetan di Lembang.
Asep mengaku, dalam waktu normal biasanya pengangkutan sayuran dari kebun miliknya di Cicalung, Desa Wangunharja, ke tempat penampungan hanya ditempuh kurang dari 1 jam, tetapi kini sampai 2 hingga 3 jam.
"Mobil yang saya bawa terhambat di sekitar objek wisata karena keluar masuk kendaraan wisatawan, padahal tinggal beberapa meter lagi ke tempat pengepakan sayuran. Tapi sampai sekarang, kendaraan sama sekali tidak bisa bergerak," katanya saat ditemui di Jalan Maribaya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved