Dua Warga Pangkalpinang Diduga Idap Difteri

Antara
22/12/2017 20:56
Dua Warga Pangkalpinang Diduga Idap Difteri
(ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

DUA warga Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, diduga mengidap virus difteri, berdasarkan pemeriksaan awal yang dilakukan oleh tenaga medis di rumah sakit setempat.

"Mereka sempat menjalani perawatan medis beberapa hari. Sekarang sudah keluar dari rumah sakit. Mudah-mudahan sudah sembuh," kata Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Rustam, di Tanjungpinang, Jumat (22/12).

Ia menambahkan, kedua orang tersebut tinggal di Kecamatan Tanjungpinang Timur dan Tanjungpinang Barat.

Sampai saat ini, belum ada warga Tanjungpinang yang diketahui positif mengidap difteri. Namun, warga diminta untuk mewaspadai peredaran virus berbahaya itu, tanpa rasa panik. Warga harus melakukan upaya pencegahan secepatnya.

Ia meminta warga mendukung program imunisasi terhadap pelajar SD demi meningkatkan kekebalan tubuh dari serangan virus. Dan bila ada warga yang dicurigai diserang virus mematikan itu, harus segera dibawa ke rumah sakit terdekat. Pasien terduga difteri memerlukan pengobatan intensif hingga dapat kembali pulih.

"Upaya pencegahan virus itu di Tanjungpinang berjalan dengan baik. Imunisasi dilaksanakan secara maksimal, terutama di sekolah-sekolah," ujarnya.

Rustam mengatakan, petugas Dinkes Tanjungpinang terus berupaya menyosialisasikan bahaya difteri kepada masyarakat, dengan menekankan kewajiban pemberian vaksin difteri, melalui imunisasi secara teratur untuk anak usia dini. Pemberian vaksin difteri dalam pelaksanaan imunisasi ulang atau disebut outbreak response immunization (ORI) diberikan kepada anak sebanyak 6 sampai 7 kali.

"Orangtua diharuskan untuk mengimunisasi anaknya. Imunisasi 3 kali dalam usia 2, 3 dan 4 bulan, 1 kali pada usia 18 bulan, 1 kali pada usia 5 tahun, dan 1 kali kelas 1 SD, 1 kali kelas 2 SD," ujarnya.

Rustam menjelaskan, pada umumnya penderita difteri diawali demam, akan tetapi tidak terlalu tinggi. Kemudian, terasa sakit di tenggorokan saat menelan, sehingga anak sering tidak mau makan.

Selain itu, gejala difteri dapat dilihat dari pembengkakkan pada leher, sehingga berbentuk seperti leher sapi, gejala ini sering disebut bullneck.

"Yang paling khas ada selaput putih keabuan di daerah tenggorokan, yang mudah berdarah, gejala itu disebut sebagai pseudomembran," ujarnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya