Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan Lembaga Pemasyarakatan di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, risiko tinggi (high risk) diperuntukkan terpidana teroris yang merupakan 'jantung jaringan'.
"Saya lihat fasilitas disini, saya pikir kalau dijalankan betul bisa jadi 'super maximum security' ini bisa jadi 'high risk prisoner' dan ini kita butuhkan untuk menempatkan kasus terorisme untuk jantung jaringan," kata Tito usai melakukan kunjungan ke Lapas Batu dan Lapas Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jumat (22/12), bersama Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yassona Laoly. dan Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen Pol Arman Depari.
Menurut Kapolri, artinya Lapas risiko tinggi ada yang untuk jaringan teroris dan ada yang jaringan narkoba. Jaringan teroris itu ada yang bagian inti, pendukung operasi, dan simpatisan, katanya.
"Di sini yang ditempatkan adalah inti, mereka yang merupakan jantung jaringan. Ketika mereka ingin melemahkan jaringan itu, jantung ini lah yang akan kita ambil, jantung ini lah dipindahkan di 'maximum security prisoner' supaya tidak memiliki hubungan dunia luar," kata Tito.
Namun, Lapas 'high risk' masih manusiawi, masih ada pertemuan keluarga, hanya keluarga inti seperti istri, suami, dan anak, katanya.
"Saya pikir bagus sekali tinggal manajemen personelnya, tadi pak menteri diskusi salah satunya tempat ini jadi 'test case' untuk yang baru baru ingin naik promosi naiknya disini. Kalau di polisi kita taruh di daerah konflik. Mungkin ada faktor lain ini di sini saya sarankan dikasih tunjangan kinerja," kata Kapolri.
Sementara itu, saat meninjau Lapas Pasir Putih, Tito bertemu dengan salah satu narapidana Iwan Rois yang ditangkapnya pada 2004, yang mana saat itu Tito menjabat sebagai Kepala Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror.
"Terkait kasus peledakan Kedutaan Besar Australia, kita tangkap hidup-hidup di belakang IPB Bogor. Saat ditangkap dalam ransel ada bom dan senjata api," kata Tito.
Kapolri mengatakan ini nostalgia sama yang pernah ditangkapnya.
"Dia bilang ini nostalgia tapi beda nasib," katanya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved