Polda Siapkan 2 SSK Brimob Amankan Pilkada Sumba Barat Daya

Palce Amalo
22/12/2017 18:46
Polda Siapkan 2 SSK Brimob Amankan Pilkada Sumba Barat Daya
(ANTARA)

KEPOLISIAN Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) menyiapkan dua Satuan Setingkat Kompi (SSK) Brimob untuk mengantisipasi gangguan keamanan di Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya.

Kapolda NTT, Irjen Pol Agung Sabar Santoso, mengatakan, dari 10 kabupaten yang akan menggelar Pilkada serentak 2018 bersama Pemilihan Gubernur NTT, tingkat gangguan keamanan di Sumba Barat Daya tertinggi jika dibandingkan dengan kabupaten lainnya.

"Karena itu, Sumba Barat Daya mendapat perhatian serius,' katanya dalam jumpa pers di Kupang, Jumat (22/12).

Pada Pilkada 2013 lalu misalnya, terjadi bentrok antarpendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati yang menewaskan satu orang. Selain itu, pada Maret 2014, lima anggota KPU Sumba Barat Daya diberhentikan terkait persoalan pilkada.

Menurut Kapolda, anggotanya akan mengamankan proses pilkada mulai dari pendaftaran calon bupati dan wakil bupati, kampanye, hingga penetapan dan pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih.

"Kami juga mengimbau masing-masing pasangan calon bupati mengamankan massa pendukungnya," kata dia.

Para tokoh masyarakat dan agama juga diminta memberikan pengarahan kepada warga untuk meminimalisasi gangguan keamanan.

Sementara, lanjut Agung, Kabupaten Ende memiliki gangguan keamanan level dua setelah Sumba Barat Daya.

Koodinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga Badan Pengawas Pemilu NTT, Jemris Fointuna, mengatakan, Sumba Barat Daya memiliki indeks kerawanan pemilu tertinggi di antara kabupaten lain yang menggelar pilkada pada 2018.

Untuk itu, Bawaslu NTT akan memaksimalkan pengawasan di daerah itu. Pengawasan juga melibatkan masyarakat setempat. Dengan harapan sejarah pemilu kelam di wilayah di bagian barat Pulau Sumba itu tidak terulang kembali.

Menurutnya, pengawasan partisipatif dari masyarakat sangat membantu Bawaslu untuk meninimalisasi pelanggaran. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya