Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH optimistis luasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat semakin ditekan pada 2018. Sistem dan pola pencegahan yang kian matang serta keterlibatan banyak pihak terkait dalam pemantauan lapangan menjadi harapan utama untuk menekan karhutla.
"Sejak 2015 kita tangani bersama. Kehadiran konsep siaga darurat yang semakin cepat dan sigap dilaksanakan sejak awal tahun menolong kita dalam dua tahun terakhir," ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya dalam rapat kerja pencegahan karhutla di Hotel Borobudur, Jakarta, kemarin.
Siti mengatakan dengan kesiapan dan metode pencegahan yang semakin baik, luas kebakaran dan asap serta emisi diharapkan akan semakin berkurang pada tahun mendatang.
Terkait dengan itu, Kementerian LHK tetap akan memantau secara intensif dan bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau kondisi cuaca.
"Penurunan kebakaran bukan hanya dipengaruhi cuaca, melainkan juga berkat kerja keras semua untuk mitigasi. Namun, pemantauan kondisi cuaca juga tetap kami optimalkan," ujar Siti.
Selain pemantauan lapangan dan cuaca, Siti mengatakan penguatan desa akan terus dilakukan. Ia akan berkoordinasi dengan Kementerian Desa untuk dana pemberdayaan warga melalui Kesatuan Pengelolaan Hutan yang mulai 2018 berada di bawah pemda masing-masing.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan pada 2018 Indonesia diperkirakan masih akan mengalami La Nina. Diperkirakan, mulai April, Kalimantan Barat akan mengalami kekeringan signifikan sehingga perlu perhatian lebih tinggi untuk mencegah karhutla.
Wilayah lain yang rentan karhutla ialah Provinsi Riau pada saat memasuki musim kemarau pada Februari. Namun, curah hujan di wilayah tersebut masih akan tetap ada sehingga tidak akan mengalami kekeringan seperti di Kalimantan Barat.
Berdasarkan data sepanjang 2017, luas kebakaran hutan di seluruh Indonesia 150.457 hektare. Itu berkurang dari 2015, 438.363 ribu hektare. Sepanjang tahun ini pula tidak ada masalah asap. Pada 2016, asap mencapai Malaysia dan Singapura selama empat hari. Pada 2015, bencana asap berlangsung lebih dari 20 hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved