Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMACETAN parah yang rutin terjadi saat akhir pekan dan libur panjang di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, berdampak ke sektor pariwisata.
Data dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bandung Barat mencatat, okupansi atau tingkat hunian yang terus merosot hingga di bawah 50% telah dialami pengusaha hotel selama tiga tahun terakhir.
"Okupansi hotel turun drastis karena macet di Lembang. Jika akhir tahun ini minimal bisa tembus 70% saja sudah sangat bagus," kata Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) PHRI Bandung Barat, Samuel Setiadi, di Bandung, Senin (18/12).
Samuel mengaku, sebelum kemacetan parah sering terjadi, wisatawan sampai lebih dari tiga hari menghabiskan waktu menginap di Lembang, tetapi kini rata-rata mereka hanya menginap satu hari saja.
"Nginap di Lembang hanya untuk mengunjungi objek wisata. Dari pada lama-lama terjebak macet di jalan, banyak wisatawan yang malah berpindah ke hotel di Kota Bandung," ujarnya.
Selain akibat kemacetan, turunnya okupansi hotel juga karena faktor cuaca ekstrem selama Desember ini sehingga wisatawan lebih menunggu cuaca kembali normal.
"Ada yang sudah booking tapi di-cancel gara-gara angin kencang kemarin, tapi sekarang setelah masuk libur panjang anak sekolah, ada peningkatan lagi meski angkanya masih jauh dari yang diharapkan, kira-kira baru sekitar 40%," bebernya.
Untuk meningkatkan okupansi hotel dan penginapan hingga jelang pergantian tahun, dia menambahkan, setiap perusahaan telah memiliki strategi. Misalnya di Hotel Bumi Makmur Indah, pihak pengelola membuka database tamu yang sudah menginap di hotelnya serta melakukan promo di website maupun spanduk.
"Masing-masing perusahaan sudah punya strategi. Mudah-mudahan okupansi terus meningkat jelang Natal dan Tahun Baru," ucapnya.
Agar sektor pariwisata, khususnya okupansi hotel bisa kembali menggeliat, dia berharap pemerintah mencari solusi dalam mengatasi kemacetan di Lembang. Caranya bisa dengan membangun sarana transportasi publik atau lainnya.
"Pertumbuhan kendaraan tak sebanding dengan kapasitas jalan yang masih itu-itu saja sehingga kemacetan parah pasti sering terjadi di wilayah Lembang. Untuk itu, kami harapkan solusi pemerintah untuk mengatasi masalah ini," lanjutnya.
Bukan hanya di Lembang, menurut Samuel, turunnya okupansi hotel juga sudah terjadi di Bali akibat meletusnya Gunung Agung.
"Banyak tamu mancanegara terutama dari Australia yang mengurungkan berwisata ke Bali," ungkapnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved