RSUD Garut Rawat Tiga Pasien Terduga Difteri

Kristiadi
15/12/2017 18:46
RSUD Garut Rawat Tiga Pasien Terduga Difteri
(ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

RUMAH Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Slamet Kabupaten Garut, Jawa Barat, merawat tiga pasien yang menderita gejala penyakit difteri untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.

"Asumsi suspect itu dari gejala klinis, kami lihat gejala-gejala difteri seperti adanya demam dan leher membesar," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Garut, dr Janna Markus Yajariawati, kepada wartawan di Garut, Jumat (15/12).

Ia menuturkan, tiga pasien tersebut sudah mendapatkan penanganan medis secara intensif dengan melibatkan tim medis yakni dokter THT, dokter spesialis dalam dan dokter spesialis anak.

Dinas Kesehatan, kata dia, telah mengirim uji apus tenggorok hidung untuk dilakukan uji laboratorium di Bandung guna mengetahui secara pasti jenis penyakit yang diderita tiga pasien itu.

"Statusnya masih suspect, makanya untuk memastikan harus menunggu uji lab dulu," katanya.

Ia menyampaikan, hasil uji laboratorium dapat diketahui selama sepekan, sambil menunggu hasil, tim medis RSUD Garut termasuk Dinas Kesehatan terus memantau setiap perkembangannya.

"Sampai saat ini kondisinya sudah membaik," katanya.

Ia mengungkapkan, satu pasien yang dirawat merupakan warga satu kampung dengan penderita difteri yang meninggal dunia di Kecamatan Pakenjeng.

Dinas Kesehatan, kata dia, terus memantau para pasien serta keluarganya yang sempat bertemu dan kontak langsung dengan pasien difteri.

"Kita terus pantau pasien penderita difteri untuk antisipasi penyebarannya," kata Janna.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Garut mencatat selama 2017 terdapat 12 kasus difteri, tiga orang meninggal dunia dan sembilan orang berangsur pulih. (Ant/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya