Peserta KB Terus Ditingkatkan

Gnr/S1-25
11/12/2017 08:45
Peserta KB Terus Ditingkatkan
(Dok BKKBN)

MENURUNNYA laju pertumbuhan penduduk (LPP) dan angka kelahiran total (total fertility rate/TFR) menjadi bagian dari sasaran/program strategis Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Upaya tersebut bisa dicapai dengan meningkatkan pemakaian kontrasepsi (CPR), menurunkan kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi (unmet need), menurunkan angka kelahiran di kelompok umur remaja usia 15-19 tahun, serta menurunkan tingkat kehamilan yang tidak diinginkan di kalangan perempuan usia subur (15-49 tahun).

Dalam program prioritas, BKKBN terus berupaya memenuhi kebutuhan alat dan obat kontrasepsi dan mengintegrasikan pelayanan KB dalam sistem Jaminan Sosial Nasional melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

BKKBN pun terus mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk ber-KB dengan mengimbau keluarga muda yang sudah menikah untuk merencanakan periode memiliki anak, memperhatikan jarak antarkelahiran dan waktu yang tepat berhenti memiliki anak.

Dalam satu keluarga tidak dianjurkan memiliki dua balita, karena itu pasangan muda yang melahirkan disarankan segera menggunakan kontrasepsi (kontrasepsi jangka panjang).

KB juga merupakan upaya untuk menghindari empat risiko, yakni terlalu muda, terlalu rapat, terlalu banyak, dan terlalu tua saat melahirkan.

Saat ini program KB yang dicanangkan juga memberikan manfaat yang besar seperti menurunkan risiko terjangkitnya kanker rahim dan kanker servik, menurunkan angka kematian maternal serta peningkatan IPM (indeks pembangunan manusia).

Manfaat berikutnya menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, meningkatkan kesehatan ibu dan anak, mencegah penularan penyakit berbahaya, lebih menjamin tumbuh kembang bayi dan anak, dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga, pendidikan anak lebih terjamin, dan dapat menentukan kualitas sebuah keluarga.

Pencapaian peserta KB aktif (PA) nasional sampai dengan Oktober 2017 mencapai 35.585.999 peserta dari sekitar 47.785.810 pasangan usia subur (PUS). Hingga akhir tahun ini ditargetkan, peserta KB bisa mencapai 37.556.901 orang di seluruh Indonesia.

Upaya meningkatkan peserta KB juga dilakukan melalui usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera (UPPKS) yang merupakan wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat yang sebagian besar anggotanya adalah peserta KB dari keluarga prasejahtera dan keluarga sejahtera yang aktif berusaha secara kelompok.

Melalui usaha produktif, UPPKS diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. Selain itu, interaksi antaranggota kelompok UPPKS diharapkan dapat pula meningkatkan kesertaan ber-KB anggota kelompok UPPKS dan masyarakat sekitarnya.

Dengan peningkatan kesejahteraan, kesertaan dan kesinambungan ber- KB diharapkan dapat ditingkatkan. Jadi, sasaran utama, keluarga prasejahtera dan keluarga sejahtera, dapat berwirausaha sekaligus ber-KB secara mandiri.

Kepersertaan KB juga didorong melalui Pokja Papua BKKBN yang aktif melakukan sosialisasi program KKBPK di Provinsi Papua Barat dan Papua. Terutama dalam upaya peningkatan kesetaraan perempuan di tanah Papua dan pemberdayaan ekonomi keluarga, salah satunya dengan pendekatan KB.

Melalui KB perempuan atau ibu memiliki peluang untuk mengembangkan dirinya dan memiliki kesempatan dalam pendidikan dan kehidupan sosialnya dan tentunya keluarga memiliki kesempatan untuk merencanakan masa depannya.(Sumber data : UB Dalap BKKBN)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya