Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAI salah satu lembaga negara yang mengemban tugas prioritas yang tertuang dalam Nawa Cita Presiden Joko Widodo, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menuangkan sejumlah agendanya dalam Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).
Melalui program itu diharapkan akan tercipta revolusi karakter bangsa sesuai dengan agenda prioritas ke-8 dalam Nawa Cita. Dalam pelaksanaannya, BKKBN berupaya melaksanakan penanaman nilai-nilai revolusi mental berbasis keluarga.
Dengan pendekatan keluarga, sebagai unit terkecil dalam masyarakat sekaligus wahana pertama dan utama, nilai-nilai etos kerja, integritas, dan gotong royong diharapkan akan dapat lebih terinternalisasi bagi anggota keluarga maupun masyarakat sekitarnya.
Wahana membangun karakter bangsa, khususnya kepada anak, ialah dengan kegiatan seperti optimalisasi pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan sampai 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Selain itu, pembentukan karakter sejak dini melalui Bina Keluarga Balita Holistik Integratif (BKBHI) diharapkan menjadi wadah untuk meyakinkan keluarga bahwa 1.000 HPK menjadi 'orangtua hebat'. Kegiatan tersebut juga merupakan upaya strategis relevan untuk meningkatkan pemahaman orangtua mengenai pentingnya keluarga dan pengasuhan tumbuh kembang anak sejak usia dini.
Program 1.000 HPK merupakan program yang dimulai sejak periode wanita hamil (270 hari) sampai dengan anak berusia 2 tahun (730 hari). Periode itu merupakan periode terpenting bagi anak karena sangat menentukan kesehatan dan kesejahteraan anak di masa depannya.
Kepada generasi muda, BKKBN juga menggencarkan program Generasi Berencana melalui pendirian Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIKR) di sekolah, kampus dan masyarakat. Program itu untuk mendorong remaja Indonesia merencanakan masa depan mereka. Yaitu, merencanakan waktu lulus kuliah, bekerja, waktu menikah, dan periode memiliki anak.
Usia menikah yang ideal minimal di usia 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki. Karena itu, para remaja disarankan untuk menjauhi tiga hal yakni 'katakan tidak pada pernikahan dini/usia anak, katakan tidak pada seks bebas, dan katakan tidak pada narkoba'.
Program pembangunan keluarga yang berhubungan dengan revolusi mental selain Orangtua Hebat, Generasi Berencana (GenRe), ada juga Bina Keluarga Lansia (BKL). BKL merupakan kelompok kegiatan (poktan) keluarga yang mempunyai orang lansia yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga yang memiliki orang lansia dan untuk pengetahuan para orang lansia itu sendiri. Tujuannya untuk mewujudkan kehidupan berkualitas pada para orang lansia.(Gnr/S1-25)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved