Banjir Bandang Hantam Solok, Satu Orang Dinyatakan Hilang

Yose Hendra
10/12/2017 18:19
Banjir Bandang Hantam Solok, Satu Orang Dinyatakan Hilang
(ANTARA/Iggoy el Fitra)

BANJIR bandang hantam Nagari Guguak Sarai di Kecamatan Sungai Lasi, dan Nagari Katialo serta Nagari Sibarambang di Kecamatan X Koto Diatas, Minggu (10/12). Wilayah tersebut masuk Kabupaten Solok, Sumatra Barat. Satu orang dinyatakan hilang dalam bencana tersebut.

Kasat Intelkam Polres Solok Kota, Iptu Luhur Fachri Utumo, menjelaskan, untuk Nagari Sibarambang, kejadian diawali tanah longsor akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut.

Sekitar pukul 05.30 WIB, paparnya, telah terjadi bencana tanah longsor yang mengakibatkan tertimbunnya rumah penduduk. Mendapat laporan tersebut, Pemerintahan Nagari Sibarambang bersama masyarakat setempat melakukan evakuasi awal terhadap korban bencana longsor sejak pukul 07.00 WIB.

Sekitar pukul 09.00 WIB, berdasarkan laporan masyarakat setempat pada 1 titik korban bencana longsor di Palangkahan, Jorong Pakarohan Nagari Sibarambang, tidak ditemukan seorang warga dengan nama Ocan, 45.

Berdasarkan keterangan keluarga korban, sebelumnya korban meninggalkan rumah yang sedang melangsungkan pesta pernikahan anak korban tempat di Jorong Taratak Pakarohan, menuju Palangkahan Jorong Pakarohan yang merupakan rumah keluarga suami korban, Neni, 60.

"Hingga pukul 13.30 WIB, masyarakat setempat masih melakukan upaya pencarian terhadap korban yang diduga tertimbun tanah longsor di sekitar rumah Neni," terangnya.

Berdasarkan data sementara, jumlah titik terkena bencana longsor di Kecamatan X Koto Diatas sejumlah lebih kurang 30 unit rumah dengan klasifikasi 10 unit rumah dalam keadaan rusak berat dan 20 unit rumah rusak ringan.

Selain itu, kerusakan akibat bencana yakni longsor pada sekitar 6 titik, yang memutus akses jalan menuju Jorong Pakarohan Nagari Sibarambang, sedangkan untuk korban jiwa 1 orang masih dalam pencarian.

Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, selain menyebutkan satu orang hilang akibat kejadian tersebut, dua orang dilaporkan mengalami luka parah dan dilarikan ke Puskesmas terdekat. Tak hanya itu, empat keluarga yang terdiri atas 20 jiwa juga terpaksa diungsikan.

"Dua jembatan putus dan satu rusak berat, akses jalan Sungai Janiah menuju Sibarambang putus," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok, Dasril.

Hingga kini, total ada sekitar 43 rumah terkena longsor. Tidak hanya itu, musibah tersebut turut menyeret 2 ekor ternak warga dan 1 sepeda motor.

Hingga saat ini, tim masih bekerja mencari warga yang hilang dan juga melakukan pendataan. Sejumlah Tim SAR dari daerah lain juga sudah merapat ke lokasi kejadian.

"Kita sama-sama berdoa dan berusaha, semoga warga kita yang hilang bisa cepat ditemukan," tutupnya.

Beberapa hari terakhir, Solok, dan Sumatra Barat secara umum diguyur hujan deras. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan berpotensi mendera Sumbar hingga beberapa hari ke depan. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya