Logistik Melimpah Pengungsi Tenang

Pro/OL/Ant/X-5
04/12/2017 06:22
Logistik Melimpah Pengungsi Tenang
(ANTARA/HAFIDZ MUBARAK)

BERDASARKAN informasi dari Humas Satgas Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Agung di Karangasem, Bali, jumlah pengungsi saat ini tercatat 55.773 jiwa yang tersebar di 211 titik di sembilan kabupaten/kota. Untuk kebutuhan logistik mereka, Kementerian Sosial (Kemensos) menjamin tercukupi.

"Stok nasional cadangan beras 270 ribu ton, stok beras reguler nasional 200 ton," ujar Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kemensos Margowiyono di Bali, kemarin.

Margo mengatakan kebutuhan logistik masih bisa dipenuhi dari posko induk di Tanah Ampo.

Tim PSKBA pun terus memantau gudang logistik dan lokasi pengungsian di Karangasem, Klungkung, Buleleng, Bangli, Tabanan, Badung, dan Gianyar.

Di Buleleng, kemarin, satu truk bantuan baru saja tiba. Bantuan itu di antaranya kornet ayam 9.700 kaleng, susu kental manis 4.450 kaleng, saus sambal 19.300 botol, kecap manis 14.500 botol, biskuit 25.800 bungkus, dan minyak goreng 1.600 pak.

I Made Wirawan, 37, pengungsi di Posko Wantilan Pura Puseh Tabola Desa Sediman, Karangasem, mengaku tenang sebab stok bahan makanan banyak. "Saya dan pengungsi semua merasa tenang, bahan makanan yang ada di sini sangat melimpah."

Sementara itu, pengungsi di Kabupaten Badung melaporkan kasus pencurian yang terjadi di posko pengungsian di Banjar Peken, Desa Kamasan, ke Kantor Polsek Klungkung. "Tas kami yang berisi Rp650 ribu hilang," kata Ni Komang Yudi, 45, warga asal Banjar Griyana Kangin, Desa Selat Duda, Selat, Karangasem.

Terkait dengan kondisi terakhir Gunung Agung, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan konsentrasi gas sulfur dioksida (SO2) menurun jika dibandingkan dengan saat erupsi pada 26-27 November 2017.

"Saat ini nilainya lebih rendah 20 kali lipat," kata Kepala Subbidang Mitigasi Pemantauan Gunung Api Wilayah Timur PVMBG Devy Kamil Syahbana di Pos Pengamatan Gunung Agung di Desa Rendang, Karangasem, kemarin.

Menurut Devy, berkurangnya gas SO2 menandakan laju magma ke permukaan melemah atau terjadi penyumbatan pada pipa magma.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya