Japfa Lakukan Evaluasi Pendampingan Program Japfa4Kids di Makassar

02/12/2017 15:34
Japfa Lakukan Evaluasi Pendampingan Program Japfa4Kids di Makassar
(Ist)

MENUTUP akhir 2017, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (Japfa) melakukan evaluasi program Japfa4Kids di Makassar, Sulawesi Selatan.
Setelah ditandatanganinya nota kesepahaman (MoU) kerja sama antara Japfa dan Dinas Pendidikan dan lima sekolah dasar di Kecamatan Biringkanaya pada Agustus 2017 lalu, kini Japfa hadir kembali untuk melihat sejauh mana efektivitas program yang dihasilkan setelah tiga bulan.

Sejak awal tahun, implementasi program pendampingan intensif dilakukan Japfa pada kegiatan sosialnya, yakni Japfa4Kids. Selama enam bulan, sekolah akan didampingi secara intensif oleh para fasilitator di tiap daerah untuk membangun sistem sekolah sehat.

Pendampingan dibagi menjadi tiga tahap, yakni penandatangan MoU dan pelatihan awal, evaluasi efektivitas program dan gebyar budaya, serta evaluasi akhir dan penarikan fasilitator.

"Kami mengharapkan adanya perubahan jangka panjang yang terjadi di setiap sekolah pendampingan, lebih baik lagi jika kami dapat turut menjadikannya suatu kebiasaan baru untuk menjalankan hidup yang lebih sehat dan bersih," ujar Rachmat Indrajaya, Corporate Affairs PT Japfa, melalui keterangannya, Sabtu (2/12).

Menurut dia, pihaknya berkomitmen untuk melakukan pendampingan hingga warga sekolah mampu secara mandiri melakukan perubahan-perubahan ke arah yang lebih positif.

Kegiatan Japfa4Kids tahap kedua in, dapat disebut juga sebagai puncak kegiatan program karena diadakannya acara Gebyar Budaya. Dalam kegiatan ini, siswa diajak untuk mengenal lebih dalam kekayaan budaya mereka dengan mementaskan kesenian tradisional daerahnya.

"Penampilan seni tradisional dapat mendorong siswa untuk tidak terpaku pada kebudayaan modern, namun juga menanamkan nilai keindahan dari kebudayaan tradisional daerah mereka. Kami berharap siswa dapat terfasilitasi untuk mengembangkan potensi, minat, dan bakatnya dalam bidang kesenian," kata Head of Unit Japfa Makassar, AC Valentino Babay.

Selama dua hari kegiatan pada tahap kedua ini, para siswa yang telah terpilih dan mendapat pendampingan menjadi Duta Anak Sehat, Duta Lingkungan Sehat, dan Duta Makanan Sehat aktif menjalankan tugas masing-masing. Dari mulai membantu dalam pemeriksaan kesehatan seluruh siswa, menjaga lingkungan dengan menggerakkan aktivitas Lihat Sampah Ambil Pilah (Lisa Bilah), serta mengikuti lomba memasak makanan tradisional dengan mengoptimalkan tanaman dan sayuran di halaman sekolah.

"Kita mengajarkan anak-anak untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, bukan hanya untuk dirinya sendiri, melainkan juga bagi lingkungan sekitarnya. Anak-anak akan didorong menjadi agen perubahan yang dapat menularkan dan menjadi contoh untuk teman-teman sebayanya," imbuh Rachmat.

Japfa juga membuka kesempatan bagi seluruh siswa yang berminat untuk mengikuti kelas pendampingan olahraga catur yang diampu oleh Master Internasional Surya Wahyudi. Bagi 20 siswa yang bermain paling baik berkesempatan mengikuti Eksebishi Catur Simultan pada acara Gebyar Budaya keesokan harinya.

Selain itu, seluruh guru dan kepala sekolah juga mendapatkan pendampingan untuk mendukung perubahan yang terjadi. Seluruh karyawan sekolah akan dibekali dengan program Manajemen Tata Kelola (5S) yang dimplementasi dari Jepang. Bagaimana pun guru merupakan pendorong awal bagi para murid agar terciptanya sistem sekolah yang sehat.

Kegiatan Japfa4Kids merupakan program investasi sosial Japfa yang dilaksanakan sejak 2008 dan terus dikembangkan hingga saat ini. Berpijak pada prinsip tersebut Japfa mendorong pendekatan secara utuh tidak hanya dalam pendampingan tetapi juga pengukuran dan evaluasi perubahan, yang juga sejalan dengan visi perusahaan untuk Berkembang Menuju Kesejahteraan Bersama. (RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya