Wapres Apresiasi Sail Sabang 2017

Ferdian Ananda Majni
02/12/2017 18:19
Wapres Apresiasi Sail Sabang 2017
(ANTARA FOTO/Ampelsa)

WAKIL Presiden Jusuf Kalla, didampingi Mufidah Jusuf Kalla, menghadiri puncak sekaligus pembukaan Sail Sabang 2017 yang dipusatkan di Pelabuhan Peti Kemas CT 3, Kota Sabang, Aceh, Sabtu (2/12).

Acara itu juga dihadiri Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kelautan dan Kelautan Susi Pudjiastuti, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil.

Wapres mengatakan, kondisi Dermaga CT 3 BPKS, di Kota Sabang, Pulau Weh, Aceh, sangat menarik dan berada di lokasi yang strategis.

"Cuaca bagaimana pun pelabuhan aman, untuk kapal apa pun, tidak bergerak kemana pun, aman kapal ikan aman-aman aja ini. Berbeda yang terjadi di Lampung dan Selat Sunda, beberapa hari hujan maka kapal tidak bisa merapat. Kalau di sini tidak goyang artinya lebih baik dari pelabuhan yang lain," sebutnya.

Kalla optimistis pergelaran Sail Sabang akan berlangsung sukses dan lancar. Sehingga bisa mendatangkan banyak wisatawan seperti yang telah ditargetkan yakni sebanyak 20.000 orang.

"Meskipun belakangan ini, Aceh terus diguyur hujan, acara Sail Sabang 2017 yang diselenggarakan selama 7 hari bisa berjalan dengan lancar. Kita tetap optimis. Cuaca begini, ada turis yang senang hujan karena di negaranya jarang ada hujan," tuturnya.

Wapres juga berharap acara Sail Sabang bisa menarik para investor untuk mau berinvestasi di Aceh, khususnya di sektor pariwisata Pulau Weh. Menurut Kalla, potensi alam Sabang sungguh luar biasa.

"Aceh secara keseluruhannya harus memiliki inisiatif untuk meningkatkan investor. Apalagi, kunjungan kapal yacht membutuhkan tempat menyandar di Aceh. Aceh memiliki keindahan alam, kekayaan alam. Pariwisata menjual rezeki Allah, membangun imej dan cerita yang baik jadi harus menjadi legenda," terangnya.

Ia menjelaskan, sektor pariwisata memiliki kontribusi yang cukup besar bagi laju ekonomi suatu negara. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya untuk mendorong peningkatan jumlah wisatawan di dunia tumbuh cukup signifikan setiap tahunnya.

"Apa yang kita rencanakan jadi bagian dari kelancaran ekonomi di Sabang, butuh kerja keras lebih banyak lagi, baik pemerintah pusat atau pemda. Karena Sabang daerah khusus, Aceh secara keseluruhan dan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) tentu punya banyak inisiatif, butuh mendekatkan investor atau suatu kegiatan yang baik," paparnya.

Oleh karena itu, Indonesia segera menggenjot sektor pariwisata. Apalagi potensi pariwisata di Indonesia juga sangat besar dan sudah menjadi destinasi wisata dunia.

"Indonesia jangan mau kalah dengan Jepang, Korea, dan China yang sukses mengembangkan sektor pariwisatanya dan menjadi penggerak ekonomi negaranya," lanjutnya.

Apalagi kehadiran Sail Sabang membuktikan bahwa pariwisata akan berkembang dengan baik di masa akan datang. Di samping perdagangan, pariwisata yang merupakan suatu penggerak ekonomi sangat besar dan dapat dibayangkan kemajuan ekonomi negara Asia, Jepang, Korea, China.

"Dapat dibayangkan kemajuan ekonomi yang pesat di Asia, seperti Jepang, Korea, China apalagi. China dengan penduduk 1,4 miliar jiwa, sekarang turisnya baru 50 juta, dia berkembang jadi 500 juta 10 tahun mendatang. Itu sebabnya Sail Sabang menjadi sangat penting, di samping punya keindahan alam, kekayaan maritim, dan fasilitas yang ada tentu akan memberikan insentif untuk melaksanakan ini," paparnya.

Di samping itu, pariwisata merupakan salah satu sektor strategis nasional sebagai penyumbang devisa. Maka pembangunan kepariwisataan di Indonesia harus menggunakan pendekatan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi untuk kesejahteraan rakyat.

"Masyarakat Sabang sangat pluralistik, menerima tamu lebih terbuka. Daerah wisata tanpa hospitality, tanpa rasa melayani masyarakat itu akan susah berkembang. Kalau turis marah, kadang-kadang kita marah. Biarkan turis jadi raja sehari, dia ingin spend money untuk kita semua di sini," sebutnya.

Sementara itu, ia menilai event Sail Sabang cukup baik meski ada beberapa catatan yang bisa menjadi pertimbangan, di antaranya tidak maksimalnya kegiatan akibat cuaca ekstrem.

"Saya apresiasi dari berbagai negara yang ingin berpartisipasi. Namun karena cuaca seperti ini, kita perlu cari waktu lebih sesuai mungkin Agustus atau September agar tidak terjadi hujan dan cuaca buruk. Walaupun hujan sering memberikan hal yang positif," pungkasnya.

Sail Sabang 2017, memiliki 46 even. Selain event acara puncak Sail Sabang juga menampilkan tarian kolosal Laksamana Malahayati, tall ship parade (melayarkan KRI Bima Suci dari Spanyol dan mengundang tall ship atau kapal dengan layar tinggi dari negara-negara yang dilewati seperti India, Malaysia, Thailand, dan Singapura), kapal pemuda Nusantara, kapal riset Baruna Jaya IV , dan Baruna Jaya VIII, konvoi 100 kapal yacht peserta Sail Sabang 2017 dari Langkawi, Phuket, Singapura, Australia, Eropa, dan parade kapal nelayan tradisi.

Sebelumnya, Sail Indonesia diadakan di Morotai, Maluku Utara, pada 2012, Komodo, Nusa Tenggara Timur, pada 2013, Raja Ampat, Papua Barat, pada 2014, dan Sail Tomini, Sulawesi Tengah, pada Oktober 2015 dan 28 November sampai 5 Desember 2017 akan berlangsung di Sabang, provinsi paling ujung barat Sumatra, Aceh. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya