Gelombang Tinggi Lumpuhkan Pelabuhan di Pantura Jateng

Akhmad Safuan
01/12/2017 11:43
Gelombang Tinggi Lumpuhkan Pelabuhan di Pantura Jateng
(ANTARA/Jojon)

CUACA buruk mengganggu aktivitas pelabuhan, hujan lebat disertai badai juga mengakibatkan terjadinya gelombang tinggi di Laut Jawa hingga mencapai 2,5-4 meter, pelayaran umum dan aktivitas nelayan di beberapa daerah lumpuh karena pihak otoritas pelabuhan melarang kapal berangkat.

Pemantauan Media Indonesia di wilayah pantura jawa, Jumat (1/12) di pelabuhan perikanan Kota Pekalongan, Batang, Kendal, Demak dan Jepara dikibarkan bendera hitam sebagai tanda larangan melaut akibat gelombang tinggi dan membahayakan keselamatan nelayan.

"Bendera hitam sudah berkibar sejak beberapa hari lalu dan kita tidak berani melaut karena gelombang tinggi mencapai 4 meter," kata Slamet, 49, nelayan kapal poursesine di Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan.

Aktivitas pelayaran umum juga mengalami kelumpuhan akibat gelombang tinggi, di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Pelabuhan Kendal dan Pelabuhan Kartini Jepara kapal penyeberangan antar pulau untuk sementara waktu dihentikan.

Puluhan kapal barang Kapal Layar Motor (KLM) dengan rute Semarang-Kalimantan memilih sandar di dermaga Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan menghentikan aktivitas bongkar muat karena tidak berani berlayar. "Sudah beberapa hari gelombang tinggi, kami tidak berani berangkat meskipun barang yang akan dikirin ke Sampit sudah siap di atas kapal," kata Tommy, 55, Nahkoda KLM Sumber Makmur.

Penghentian pelayaran juga dilakukan di Pelabuhan Kendal, KMP Kali Bodri dengan tujuan Kumai, Kalimantan Tengah tidak diperbolehkan berlayar karena gelombang tinggi yang membahayakan penumpang, sehingga ratusan penumpang terpaksa nenunda perjalanan hingga kondisi aman.

Petugas Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelabuhan Penyeberangan Kendal Suhartono mengatakan penghentian pelayaran dariKendal ini karena gelombang tinggi di laut Jawa cukup membahayakan pelayaran dan berdasarkan BMKG mencapai diatas 2,5 meter.

"Semoga gelombang tinggi cepat usai, sehingga ratusan calon penumpang dapat segera diberangkatkan," tambahnya.

Kondisi demikian juga terjadi di Pelabuhan Kartini Jepara, penyeberangan dengan tujuan Karimunjawa dihentikan sampai batas waktu yang belum ditentukan, penumpang dan barang yang akan diangkut dalam penyeberangan antar pulau baik dengan KMP maupun kapal cepat menumpuk menunggu kepastian. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya