Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Resor Kota (Polresta) Pekanbaru berhasil membongkar kasus pembunuhan sopir taksi online Gocar Pekanbaru, Ardhi Nuraswan, 23, yang dilaporkan hilang pada 23 Oktober 2017 lalu di Jalan Siak II Pekanbaru.
Polisi menangkap empat pelaku pembunuhan dan mengamankan barang bukti mobil Suzuki Ertiga nopol BM 1564 NV milik korban yang dibuang di jurang di daerah Simalungun Karo, Sumatra Utara.
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto, mengatakan, penangkapan tersangka berdasarkan laporan polisi nomor : LP/957/XI/2017 SPKT III Polresta tanggal 11 November 2017 atas nama pelapor Ridho Wahyu. Sebanyak empat tersangka pelaku pembunuhan yang berhasil diamankan, dua lagi masih berstatus DPO atau buron.
"Keempat tersangka diamankan di tempat yang berbeda. Tersangka VH alias VC, 20, dan MT alias MR, 20, di Jalan Purwodadi, Kecamatan Tampan Sabtu (11/11) malam pukul 22.30 WIB. Sedangkan tersangka LP, 20, dibekuk di Desa Gunung Bayu, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, Selasa (14/11) dinihari pukul 03.00 WIB. Terus untuk pelaku FS alias FJ, 20, diamankan di wilayah Cilegon, Rabu (22/11) sore, pukul 16.00 WIB. Sedangkan DPO atas nama FM dan IS," jelas Susanto.
Dari tangan tersangka, lanjutnya, tim Opsnal Polresta Pekanbaru mendapatkan barang bukti 1 unit mobil Suzuki warna putih dengan pelat nomor BM 1564 NV, 1 helai baju kaos warna hitam, 1 helai celana jins warna biru, 1 celana pendek, dan 1 utas tali warna kuning.
Susanto menambahkan, dari keterangan tersangka melakukan pembunuhan tersebut karena terdesak uang untuk menutupi pekerjaan mereka. Dengan tujuan korban dibunuh agar mempermudah mengambil mobilnya.
"Terhadap pelaku dikenakan Pasal 340 KUHP dengan ancaman kurungan penjara seumur hidup. Pelaku beserta barang bukti diamankan di Mako Polresta Pekanbaru guna proses penyidikan lebih lanjut," jelasnya.
Kasus hilangnya sopir Gocar, Ardhi Nuraswan, mendapat sorotan dari masyarakat. Bahkan, kasus ini menjadi viral saat warga menemukan tulang belulang yang diduga kuat jasad korban yang dibuang pelaku di hutan daerah Kandis, Duri, Riau.
Pelaku berhasil ditangkap berkat pendalaman hasil kamera pengawas (CCTV) sebuah tempat karaoke saat korban menjemput para pelaku pada hari kejadian. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved