Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA longsor dan banjir juga melanda Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Selasa (28/11). Bencana di wilayah ini juga menyebabkan sembilan nyawa melayang dan ratusan rumah terendam air setinggi 100 hingga 150 sentimeter.
Bencana longsor dan banjir yang menelan korban jiwa ini akibat curah hujan yang tinggi selama dua hari terakhir.
"Berdasarkan laporan sementara, bencana longsor dan bencana banjir ini terdapat sembilan korban jiwa, dua di antaranya sudah ditemukan dan yang enam masih dalam pencarian petugas," kata Kasi Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, Pujiono, kepada Media Indonesia, Selasa petang.
Menurutnya, dalam bencana longsor di Dusun Duren dan Dusun Blimbing, Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung, enam warga tertimbun material tanah longsoran.
"Satu orang yang tertimbun di Dusun Duren sudah berhasil diketemukan, dan dua lainnya masih dalam pencarian petugas," ujar Pujiono yang mengaku masih berada di lokasi bencana.
Sedangkan tiga korban yang tertimbun di Dusun Blimbing hingga sore ini masih belum dilakukan evakuasi. Pasalnya, hujan masih turun dengan deras dan lokasi bencana tanah longsor di Dusun Blimbing itu sulit dijangkau Tim SAR.
"Hingga menjelang malam ini, baru dua korban meninggal yang ditemukan. Yakni, satu korban banjir dan satu korban tanah longsor. Jadi, ada dua korban banjir belum ditemukan dan lima korban longsor yang belum ditemukan," paparnya.
Untuk korban banjir, sambung Pujiono, ketiga korban belum diketahui namanya.
"Ketiga nama korban banjir belum diketahui namanya. Maaf Mas, ini kami masih kalang kabut melakukan evakuasi ratusan korban banjir. Tapi, satu korban banjir yang ditemukan Tim SAR tadi siang adalah seorang perempuan," ungkapnya.
Sementara, korban tanah longsor sudah terdata. Keenam korban itu yakni Parno, 73, Kasih, 70, Rozak, 17, Temu, 57, Siti Kamilah, 22, dan Fitri, 3. Tiga korban bernama Parno, Kasih, dan Rozak, ketiganya warga Dusun Duren. Sedangkan Temu, Siti Kamilah, dan Fitri, berasal dari Dusun Blimbing.
"Satu korban dari enam korban tanah longsor yang berhasil ditemukan adalah seorang perempuan. Sedangkan lima lainnya masih dalam pencarian," ujar Pujiono.
Selain aparat gabungan sibuk melakukan evakuasi bencana longsor, kini juga sibuk melakukan penyelamatan warga yang rumahnya terdampak bencana banjir. Banjir disebabkan meluapnya Sungai Grindulu karena tak mampu menampung curah hujan yang tinggi.
Akibatnya, ratusan rumah penduduk tergenangi air setinggi antara 30-100 cm. Malah ada beberapa daerah nencapai 150 cm. Banjir melanda wilayah Kecamatan Kebonagung dan Pacitan. Hingga sore ini, hujan masih terus berlangsung.
"Ada ratusan warga di kawasan Sungai Grindulu oleh aparat gabungan diminta untuk mengungsi di daerah yang aman. Selain itu, aparat gabungan juga melakukan evakuasi warga yang kini rumahnya terendam banjir. Sejak pagi hingga kini aparat gabungan sibuk melakukan evakuasi di daerah bencana longsor dan banjir," katanya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved