Banjir dan Longsor Landa Kulonprogo

Agus Utantoro
28/11/2017 18:48
Banjir dan Longsor Landa Kulonprogo
(Foto ANTARA)

BENCANA longsor dan banjir melanda wilayah Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (28/11).

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulonprogo, Suhardiyana, menyatakan, hampir seluruh wilayah kecamatan di Kulonprogo, 12 kecamatan, mengalami bencana baik pohon tumbang, banjir, dan longsor, dalam skala ringan hingga sedang.

"Kecamatan yang terendam banjir yakni seluruh wilayah Kecamatan Panjatan, dan sebagian Lendah. Kemudian 10 kecamatan lain, terjadi bencana tanah longsor dan pohon tumbang," ujarnya.

Ia mengaku BPBD masih terus melakukan pendataan lapangan serta melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan yang lainnya. Lima kecamatan di Kabupaten Kulonprogo, DIY, diterjang banjir, sehingga menyebabkan rumah, area persawahan, dan akses jalan Wates-Bantul tergenang air.

Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo, Gusdi Hartono, menambahkan lima kecamatan yang terendam banjir yakni Panjatan, Lendah, Galur, Temon, dan Wates.

"Kecamatan yang paling parah terendam banjir yakni Panjatan, karena menggenangi rumah warga, area persawahan, serta merusak infrastruktur," kata Gusdi.

Selain bencana banjir, lanjut Gusdi, di Kulonprogo juga terjadi bencana tanah longsor dan pohon tumbang. Pohon tumbang terjadi di enam titik yang mengakibatkan rumah warga rusak dan akses jalan tertutup.

Selanjutnya, tanah longsor terjadi di 10 titik di lima kecamatan, yakni Kecamatan Kokap, Girimulyo, Kalibawang, Samigaluh, dan sebagian Pengasih.

Selanjutnya, dilaporkan pula ada tanggul uamg jebol dan rumah roboh.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, puncak hujan akan terjadi pada Desember, Januari, dan Februari dengan intensitas di atas rata-rata. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya