Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKELOMPOK wisatawan asing asal Prancis terlihat gelisah di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Dari pemandu bernama I Wayan Merta diketahui kemudian bahwa mereka gelisah karena harus cepat pulang ke kampung halaman segera. Nahas nasib mereka karena Bandara Ngurah Rai ditutup kemarin akibat erupsi Gunung Agung.
Menurut Wayan Merta, kelompok wisatawan Prancis itu sedikit komplain karena sebelumnya mereka tidak memiliki informasi yang lengkap terkait dengan penutupan bandara.
"Informasi mengenai letusan Gunung Agung memang sudah diterima. Namun, penutupan bandara menurut mereka terkesan mendadak karena tidak ada informasi sebelumnya," ujar guide Merta.
Ratusan penerbangan baik dari dan ke Bali lumpuh total karena letusan Gunung Agung.
Situasi bandara satu-satunya di Pulau Dewata tersebut hingga kemarin masih dipenuhi penumpang, baik di terminal domestik maupun internasional.
Banyak wisawatan mancanegara yang memilih bertahan di Bandara Ngurah Rai karena mereka ingin segera pulang ke negara asal.
Namun, ada pula yang menerima proses penjadwalan ulang ataupun pengembalian dana tiket.
Kondisi tersebut membuat pariwisata Bali sedikit terancam.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengakui bahwa Bali memang hidup dari pariwisata.
Jika kondisi itu berlangsung lama dan bandara terus ditutup, Bali akan krisis pariwisata.
"Selama ini pintu masuk wisatawan ke Bali adalah Bandara Ngurah Rai. Kalau terus ditutup, cepat atau lambat Bali akan guncang," ujarnya.
Ia mengaku dalam sehari jumlah wisatawan ke Bali mencapai 10 ribu orang. Paling rendah 5.000 orang.
"Ini baru ditutup 24 jam. Kemudian dievaluasi. Namun, belum tentu langsung dibuka. Bisa juga penutupan diperpanjang. Kita tidak tahu itu. Ini bencana, bukan dibuat-buat," ujarnya.
Satu-satunya yang bisa dibuat saat ini ialah menjaga citra Bali agar tetap kondusif.
Caranya, dengan melayani wisatawan sebaik-baiknya.
"Makanya saya minta hotel, restoran, agar bisa memberikan kamar gratis ke wisatawan, terutama asing, supaya mereka tidak kecewa. Mereka uang habis. Mereka tidak bisa pulang. Ini bencana," ujarnya.
Ketua Bali Tourism Board Ida Bagus Agung Partha Adnyana pun menyatakan mendukung.
Hal itu dilakukan agar pariwisata Bali tetap hidup di masa mendatang. Hingga kemarin, dilaporkan sebanyak 1.150 kamar hotel disiapkan di seluruh Bali.
"Kita gratiskan sejak Senin (27/11) sore pukul 17.00 Wita. Prioritas bagi wisatawan yang memperpanjang masa tinggal dan yang ingin mencari penerbangan alternatif," ujarnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved