Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM menghadapi kondisi Gunung Agung yang sudah menyandang status awas (level IV), pemerintah memprioritaskan logistik untuk para pengungsi yang berasal dari 22 desa terdampak langsung.
Gunung berapi di Kabupaten Karangasem, Bali, itu mengalami erupsi pada Sabtu (25/11) dan mengeluarkan asap tebal dengan ketinggian 2.500-3.000 meter dari permukaan kawah.
Gunung setinggi 3.142 meter tersebut bisa meletus kapan saja sehingga sekitar 90 ribu jiwa dari perdesaan pada radius 8 km dari bibir kawah, 10 km di utara dan timur laut, dan 10 km di sisi tenggara selatan hingga barat daya harus dievakuasi ke sejumlah pengungsian.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan pihaknya telah menangani pengungsi yang berasal dari perdesaan di radius 10-12 km ataupun warga yang tidak nyaman dengan abu yang kian menebal.
"Kami siapkan semua kebutuhan logistik dan kesehatan. Kami sudah siap. Pemerintah masih punya uang dan cadangan beras," kata Pastika.
Ia menambahkan, Pemprov Bali juga mencairkan dana penanggulangan bencana sebesar Rp4,5 miliar.
Pastika melanjutkan status awas Gunung Agung belum pasti dapat diturunkan dalam waktu sebulan ke depan.
"Ini berdampak terhadap kehidupan warga yang mengungsi. Oleh karena itu, kami memastikan suplai logistik dan kesehatan bagi mereka itu terjamin."
Kementerian Sosial pun menambah jumlah dapur umum lapangan untuk melayani puluhan ribu pengungsi sekaligus.
Menurut Mensos Khofifah Indar Parawansa, prioritas utama tetap pemenuhan kebutuhan logistik.
Setiap dapur umum mampu menyuplai rata-rata 2.000 bungkus makanan untuk sekali makan.
"Kini, ada 11 dapur umum. Kami memastikan cadangan beras cukup untuk memenuhi kebutuhan pengungsi. Hingga kemarin, jumlah pengungsi yang terdata mencapai 23 ribu dan tersebar di 224 titik pengungsian."
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan berbagai ancaman yang sewaktu-waktu mengintai penduduk di radius 8-10 km dari bibir kawah.
Ancaman itu antara lain erupsi, awan panas 800 derajat celsius, dan lava dengan temperatur 1.200 derajat celsius.
"Kami imbau warga mengungsi. Status Gunung Agung sudah awas (level IV). Itu level tertinggi untuk Gunung Agung."
Kapusdalops Bencana Bali, I Gede Jaya Serataberana, menambahkan, ribuan warga sejak kemarin pagi berbondong-bondong kembali ke pengungsian yang sebelumnya sempat mereka tinggalkan.
"Ada juga warga yang mengungsi sejak Minggu (26/11) malam, tetapi tidak terdata."
Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Made Subur, mencatat pengungsi di wilayah tersebut mencapai sekitar 4.000 jiwa.
"Jumlahnya bertambah karena ada pergerakan dari Karangasem. Kami menjamin kelancaran suplai logistik bagi para pengungsi."
Di sisi lain, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan bencana Gunung Agung berdampak pada sektor pariwisata Indonesia.
"Capaian wisatawan mancanegara tahun ini meleset dari target 15 juta orang. Paling hanya 90%-95% dari target."(Yan/Jes/FA/PO/HS/FR/JL/AU/LN/AT/X-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved