Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH areal lahan kritis berupa padang ilalang seluas 600 hektare yang berstatus kawasan hutan lindung di Desa Tebing Siring, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, berhasil disulap menjadi kawasan hutan produktif dan mampu menyejahterakan masyarakat sekitar hutan.
Upaya mengubah kawasan lahan kritis menjadi hutan produktif di mana keberadaannya memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar tidak lah mudah. Seperti yang terjadi pada areal lahan kritis di hutan lindung Gunung Langkaras seluas 600 ha di Desa Tebing Siring, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut, Kalsel.
Melalui program W-Bridge Project, sebuah kerja sama antara Wasefa University, Japan Internasional Forestry Promotion and Cooperation Center (JIFPRO), dan Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Kalsel berhasil menyulap padang tandus menjadi Hutan Kemasyarakatan Berbasis Agroforestri.
Pada 2012, kawasan hutan lindung Gunung Langkaras di Desa Tebing Siring Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut, yang awalnya merupakan padang tandus ilalang yang hampir setiap tahun terbakar.
Melalui bantuan Pusat Perhutanan Sosial dan Agroferestri (Puspersaf) Fakultas Kehutanan ULM kawasan tersebut mampu diubah menjadi hutan produktif berbasis agroforestri. Sebelumnya pada 2012, kawasan hutan lindung tersebut merupakan padang alang-alang yang setiap tahunnya terbakar. Meskipun, sudah beberapa kali masuk program rehabilitasi hutan dan lahan, baik oleh Kementerian Kehutanan maupun pihak swasta , tetapi tidak pernah berhasil.
"Upaya rehabilitasi dengan melibatkan peran serta masyarakat adalah kunci keberhasilan program ini," tutur Mahruz Ariadi, Ketua Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Hutan Pendidikan dan Pelatihan ULM.
“Salah satu penyebab kegagalan program reboisasi selama ini adalah, pemerintah dan swasta dalam melakukan reboisasi tidak melibatkan masyarakat setempat secara langsung. Sehingga tidak ada keuntungan untuk masyarakat. Juga, jenis tanaman yang ditanam bukan yang diinginkan oleh masyarakat,” ujar Mahruz.
Hal serupa juga diakui Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq, Sabtu (25/11), di Banjarmasin.
"Saat ini pemerintah menggalakkan program perhutanan sosial, agar masyarakat sekitar hutan mendapat manfaat dan meningkatkan kesejahteraan mereka," ujarnya.
Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BP DAS) Barito bersama tim Fakultas Kehutanan ULM melakukan identifikasi lahan kritis di kawasan hutan lindung di Kabupaten Tanah Laut dan membentuk kelompok tani untuk program Hutan Kemasyarakatan (HKm).
Berdasarkan hasil identifikasi dan pembentukan kelompok tani, melalui Bupati Tanah Laut dengan Nomor 522/048/Dishut/2011, tertanggal 10 Desember 2011 diajukan sebanyak 77 KTH dengan luas sekitar 9.000 ha untuk mendapatkan Surat Penetapan Areal Kerja (PAK) dari Kementerian Kehutanan.
Salah satu dari 77 KTH, yaitu Kelompok Tani HKm ‘Ingin Maju’ Desa Tebing Siring yang diketuai oleh Gajali Rahman, meminta kepada Tim Fakultas Kehutanan ULM (Pusat Perhutanan Sosial dan
Agroforestri/Puspersaf) untuk membantu kelompok mereka mengelola kawasan hutan lindung padang alang-alang menjadi hutan yang produktif.
Kini masyarakat sekitar sudah dapat menikmati hasil dari program pembangunan HKm berbasis agroforestri ini. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved