Daerah Terpencil Jadi Target Perdagangan Manusia

Palce Amalo
24/11/2017 22:16
Daerah Terpencil Jadi Target Perdagangan Manusia
(ANTARA)

MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise, mengatakan, tindak pidana perdagangan orang (TPPO) memiliki sistem terstruktur hingga menjadikan para pelakunya sulit diungkap dan diadili.

Selain itu, daerah terpencil rentan menjadi target oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut untuk menjaring korbannya.

Untuk mengakhiri praktik perdagangan manusia, Kementerian PPPA mencetuskan program Prioritas Three Ends yang salah satunya melakukan gerakan akhiri perdagangan orang. Gerakan ini secara konsisten dilakukan hingga ke desa atau kampung-kampung.

"Para oknum kerap mengiming-imingi calon korbannya, seperti dijanjikan mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang tinggi, padahal dijadikan target perdagangan orang. Perempuan dan anak menjadi korban paling banyak. Tidak hanya itu, mereka juga kerap menjadi korban kekerasan. Dibutuhkan upaya kita bersama untuk menghentikan segala bentuk kekerasan dan TPPO, khususnya kepada perempuan dan anak," ujar Menteri Yohana saat dialog bersama warga Desa Wae Bangka Pa'ang, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Jumat (24/11).

Kunjungan ke wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Manggarai itu sebagai wujud nyata dari usaha negara hadir hingga ke daerah terpencil untuk menghentikan TPPO.

Yohana mengingatkan masyarakat tidak tidak gampang terkena bujuk rayu pelaku TPPO. Hingga saat ini, kata dia, pelaku kasus TPPO masih sulit dijaring karena pergerakan dan keberadaan kelompok mereka yang sulit untuk dideteksi.

"Ketahanan keluarga perlu ditingkatkan. Untuk itu peran masyarakat, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pemerintah untuk bersinergi putuskan mata rantai TPPO," ujarnya.

Dalam kunjungan ke kampung tersebut, Menteri PPPA disambut secara adat oleh tokoh adat Manggarai, pelajar, dan seluruh masyarakat setempat. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya