Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PANGLIMA TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memotivasi mahasiswa agar memiliki mimpi yang besar saat memberikan kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim, Malang, Jawa Timur, Jumat (24/11).
Dalam kuliah bertajuk 'Dialog Proxy War Ketahanan Informasi Nasional' itu mahasiswa didorong untuk terus belajar dan berinovasi.
Bagi Gatot, memiliki mimpi besar menjadi keharusan lantaran zaman sekarang sudah mendapatkan banyak kemudahan, bahkan semuanya ada di genggaman. Sebab, perangkat telepon pintar para mahasiswa, sudah memiliki fasilitas yang mendukung sekaligus memudahkan mereka untuk belajar.
"Generasi muda, tunas-tunas bangsa, harus punya mimpi yang besar. Kuliah dengan kelebihan basis agama, falsafah dan akhlak, sudah seharusnya memiliki mimpi besar," katanya.
Pernyataan Gatot itu setelah berdialog dengan mahasiswa, menanyakan langsung cita-cita mereka. Saat mendapatkan pertanyaan dari Panglima TNI, para mahasiswa antusias menjawab. Ada yang ingin jadi bidan, hakim yang adil, ahli pangan, dokter jiwa, tenaga kependidikan, hingga bercita-cita jadi Rektor UIN Malang.
Namun, Panglima menyayangkan cita-cita para mahasiswa, itu yang dinilai kurang optimal.
"Saya mengingatkan, buat apa kalian kuliah dengan cita-cita seperti itu. Untuk apa?" ujarnya.
Menurut Gatot, yang ingin jadi hakim, seharusnya bercita-cita menjadi Ketua Mahkamah Agung. Yang ingin jadi rektor, seharusnya bercita-cita jadi pemilik universitas. Bagi yang ingin jadi dokter, seharusnya bercita-cita menjadi pemilik rumah sakit.
Panglima memotivasi mahasiswa agar memiliki mimpi yang tinggi lantaran mereka adalah orang pilihan, lolos seleksi, dan memiliki keunggulan. Itu sebabnya, mahasiswa diminta menguatkan akhlak, budi pekerti, dan budaya. Sebab, itu semua yang tidak bisa dilawan oleh komputer.
"Ini sering disepelekan orang," ungkapnya.
Penguatan akhlak, budi pekerti, dan budaya, dinilai Gatot sangat vital mengingat tantangan kedepan bangsa akan menghadapi bonus demografi. Hal itu bakal terjadi, tiga tahun lagi. Ledakan penduduk diperkirakan mencapai 160 juta sampai 180 juta.
Karenanya, yang diperlukan kedepan yakni kualitas perguruan tinggi mampu menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki skill, lapangan kerja secara cukup dan pertumbuhan ekonomi yang baik.
"Tiga tahun lagi bonus demografi. Ini nanti benar-benar bonus atau justru menjadi petaka," tuturnya.
Berkaitan dengan hal itu, mahasiswa harus terus belajar dan berinovasi agar produktif dalam mencapai mimpi besar. Adapun terkait dengan perkembangan teknologi dan informasi sekarang, lanjut Panglima, pengguna internet sudah mencapai sekitar 1 juta lebih dan pemilik telepon seluler aktif di Indonesia mencapai 370 juta. Kondisi itu, sekarang bisa menjadi bahaya atau menghasilkan sesuatu hal yang positif.
"Karenanya mari menggunakan medsos jadi tempat untuk membangun karakter manusia, inspiratif, berpikir positif dan membangun bangsa. Bukannya saling menjelekkan," tukasnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved