Kerugian Banjir dan Longsor di Malangbong Capai Rp5,4 Miliar

Kristiadi
24/11/2017 19:58
Kerugian Banjir dan Longsor di Malangbong Capai Rp5,4 Miliar
(MI/Panca Syurkani)

HUJAN deras yang membawa material tanah longsor di Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, telah menelan kerugian cukup besar diperkirakan mencapai Rp5,4 miliar.

Sementara bencana tersebut bersamaan dengan tertutupnya jalur perlintasan kereta api di wilayah Bumi Waluya-Cipendeuy. Meski tidak ada korban jiwa, kejadian itu mengakibatkan 37 rumah warga rusak berat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Dadi Zakaria, mengatakan, hujan deras yang terjadi sejak Rabu (22/11) sore sampai malam mengakibatkan aliran Sungai Citatapa dan Sungai Cideres meluap hingga menggenangi permukiman penduduk di Kampung Cipeuyeum, Ciwahang, dan Kampung Cijanur, Desa Sukamanah.

Proses evakuasi warga dilakukan oleh tim gabungan terdiri atas BPB, TNI, polisi, serta masyarakat setempat, dengan menggunakan menggunakan perahu karet.

"Kejadian tersebut telah mengakibatkan 147 KK (kepala keluarga) atau 768 jiwa terpaksa dievakuasi ke lokasi yang lebih aman menggunakan perahu karet. Sedangkan banjir dan tanah longsor yang terjadi telah merusak 37 rumah dengan kerusakan berat hingga fasilitas umum lainnya, yakni 8 masjid, 2 sekolah, 7 buah jembatan, dan 4 saluran irigasi," kata Dadi, di Garut, Jumat (24/11).

Dadi mengungkapkan, banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Malangbong tersebut telah berdampak pada 149 rumah dalam kondisi rusak ringan, sedang, dan berat. Bencana alam tersebut juga berdampak pada rumah penduduk dengan jumlah 464 KK atau 1.600 jiwa di Kecamatan Malangbong dalam kondisi terancam.

"Untuk kerugian bencana alam yang terjadi di Kecamatan Malangbong mulai dari kerusakan rumah senilai Rp1,6 miliar, fasilitas publik Rp3,4 miliar, perikanan Rp125 juta, peternakan ayam Rp200 juta, ternak sapi Rp15 juta, kendaraan Rp50 juta, dan harta benda yang terbawa aliran sungai Rp10 juta," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, mengatakan, hujan deras yang membawa material tanah telah merendam rumah berada di dua desa dengan ketinggian air 1,5-2 meter dan menyebabkan banyaknya tembok di bantaran sungai jebol termasuk jalan putus.

Sedangkan banjir tersebut disebabkan dari meluapnya aliran Sungai dan mengenani ratusan rumah pemukiman padat penduduk, tapi tidak ada korban jiwa.

"Kami telah memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak musibah banjir dan tanah longsor berada di Kecamatan Malangbong. Karena dua desa yang tergenang berada di Desa Sukamanah dan Desa Mekarmulya, tetapi yang rawan tanah longsor berada di Desa Girimakmur, Campaka, Cihaur kuning, Cikarag, Barudua, Cinagara, dan Desa Sekarwangi," papar Dadi. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya