Masih Banyak Koperasi di Kota Padang yang Sakit

Yose Hendra
24/11/2017 18:56
Masih Banyak Koperasi di Kota Padang yang Sakit
(ANTARA)

PEMERINTAH Kota Padang tetap fokus pada penguatan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal ini karena masih terdapat koperasi 'sakit' dan terbatasnya pasar untuk produk UMKM.

"Masih banyak tantangan untuk pengembangan Koperasi dan UMKM. Melalui koordinasi Dinas Koperasi dan UKM pelaku usaha dan seluruh stakeholder diharapkan persoalan-persoalan dapat dipecahkan," kata Wali Kota Padang, diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangungan, Afrizal Khaidir, saat membuka Rapat Koordinasi Bidang Koperasi dan UKM tingkat Kota Padang di Hotel Kyriad Bumi Minang, Sumatra Barat, Jumat (24/11).

Afrizal menyebutkan, dari 676 koperasi aktif di Kota Padang, baru 101 unit atau 15% yang masuk kategori sehat. Sedangkan koperasi yang
volume pembiayaannya sudah mencapai Rp2,5 miliar setahun dan wajib diaudit akuntan publik sesuai Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 15 Tahun 2015 baru sekitar 17% atau 115 unit dari koperasi aktif yang ada.

"Jika dievaluasi, masalah utama dalam pengembangan koperasi di Kota Padang yakni masih banyak tunggakan macet pada usaha simpan pinjam, sehingga koperasi sulit meningkatkan skala usaha," kata Afrizal.

Di bidang UMKM, lanjut Afrizal, selama tiga tahun berjalan program unggulan Pemkot Padang dalam penumbuhan wirausaha sudah ada sekitar 7.000 wirausaha baru.

"Dari data Dinas Koperasi dan UKM, sudah ada 7.000 wirusahawan baru yang dibina dinas terkait," ujarnya.

Ia menambahkan, program penumbuhan wirausaha baru ini terus dilakukan, terutama untuk penajamanan sasarannya.

"Di samping membina peningkatan keterampilan dan manajemen pelaku wirausaha tersebut, Pemkot juga membantu dalam penguatan modal dan pemasaran," sebut Afrizal.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang, Yunisman, mengatakan, rapat koordinasi yang dilakukan bertujuan memantapkan evaluasi dan penajaman program kerja ke depan.

"Selain itu menyesuaikan program kerja dengan perubahan rencana strategis Dinas Koperasi dan UKM tahun 2014-2019 yang menitikberatkan mewujudkan koperasi sehat dan peningkatan skala usaha," kata Yunisman.

Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan sosialisasi Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi dan UKM. Hadir dalam kesempatan ini Kepala Divisi Bisnis Dedi Masputra. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya