Kalsel Promosikan Produk Unggulan di Arena APPSI

Denny Susanto
24/11/2017 18:46
Kalsel Promosikan Produk Unggulan di Arena APPSI
(MI/Denny Susanto)

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan memanfaatkan arena kegiatan workshop Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) untuk mempromosikan produk dan potensi unggulan daerah tersebut.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, memimpin rombongan daerahnya untuk memaparkan dan mempromosikan produk-produk unggulan daerah. Sejumlah produk komoditi unggulan pertanian dan perkebunan, seperti kayu manis, pasak bumi, damar, dan bahan jamu khas Kalimantan banyak diminati bahkan terjadi transaksi pembelian dan kerja sama lanjutan.

Kegiatan bertema workshop optimalisasi kerja sama perdagangan antardaerah, berlangsung di Surabaya, Jawa Timur, pekan lalu. Pada forum resmi yang dihadiri para gubernur se-Indonesia, kementerian terkait, dan pelaku usaha daerah, Kalsel dengan luas wilayah, 37.530,52 kilometer persegi, dengan jumlah penduduk 4.119.794 jiwa, memiliki potensi kekayaan alam yang cukup melimpah.

Potensi tersebut, antara lain meliputi bidang perkebunan, pertanian, dan mineral, serta sumber daya kelautan yang potensial. Sumber daya alam itu harus dikelola secara hati-hati dengan memperhatikan aspek lingkungan serta regulasi pemerintah.

"Kalsel siap menjalin kerja sama perdagangan antardaerah dengan prinsip saling menguntungkan dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan rakyat. Insya Allah jika membeli produk-produk unggulan atau kerajinan masyarakat kami, pihak pemesan atau pembeli akan terus bekerja sama dengan pelaku usaha kami," ucap Sahbirin.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Hermansyah, menjelaskan, dalam workshop tersebut, terjalin sejumlah kerja sama baik langsung maupun tidak langsung melalui proses penjajakan sebagai tindak lanjut. Produk Kalsel sendiri mendapatkan sambutan positif dari daerah lain, seperti tuan rumahJawa Timur dan provinsi lainnya.

Kalsel sendiri mengenalkan beberapa produk unggulan daerah, seperti gula aren, beras Banjar, kayu manis, kain sasirangan, dan tenun pagatan. Demikian pula pengenalan potensi investasi industri hilirisasi karet dan batu bara.

"Kita optimistis, apa yang telah menjadi misi dagang Kalsel akan diminati oleh pengusaha daerah lain yang turut dalam workshop. Bahkan beberapa di antaranya sudah terjadi transaksi dan kerja sama," tandasnya menerangkan hasil kegiatan workshop APPSI itu di Banjarmasin, Jumat (24/11).

Melalui kerja sama antardaerah, terang Hermansyah, akan memberikan multiefek positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat dan ekonomi makro daerah. Kerja sama seperti ini harus ditindaklanjuti dengan penguatan komunikasi antardinas teknis yang menangani.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdangangan Kalsel, Birhasani, merincikan jenis produk unggulan daerah yang telah terjalin transaksi untuk jenis komoditi adalah jenis kayu manis 5 ton per bulan, damar 30 ton per bulan, pasak bumi 5 ton per bulan curhab/bahan jamu 5 ton per bulan.

Untuk produk beras, Banjar masih dalam pembicaraan dengan pedagang Jatim dari Paguyuban Pedagang Nasi Goreng. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya