Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
REVOLUSI industri keempat yang kini sedang berlangsung juga menuntut perubahan pada bidang jurnalisme. Kekuatan data merupakan sebuah keharusan jika ingin memenangi persaingan.
Hal itu dikemukakan Sosiolog yang juga Dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Roby Muhammad, pada workshop 'Jurnalisme di Era Revolusi Industri Keempat' dalam rangka Kongres Aliansi Jurnalis Independen (AJI) ke-10 di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (24/11).
Menurut Roby, kemajuan teknologi akan mengarah pada semakin terbukanya kompetisi. Sekarang, kata dia, sudah saatnya jurnalis harus mau mendengar data analis, dan sebaliknya bisa memilah, serta menyajikan data yang dibutuhkan analis.
"Jurnalis harus berani berbuat dosa, keluar dari pakemnya demi untuk kemajuan bersama," katanya.
Roby melihat, isu utama jurnalisme kini bukan lagi perlawanan, karena dunia juga sudah berubah. Kalau dulu ada ketakutan pada keseragaman pemberitaan sebagai sarana cuci otak untuk mempertahankan status quo, sekarang justru sebaliknya.
Maraknya media sosial yang juga digunakan untuk menyebarkan berita yang sangat beragam, justru dikhawatirkan akan menggiring kepada konflik dan perpecahan. Saat ini, antara kebenaran dan hoaks sudah bercampur baur. Persepsi orang akan realitas dan fakta berbeda-beda.
Satu hal mengagetkan yang diungkapkan Roby ialah tingginya pendidikan seseorang berbanding lurus dengan semakin mudahnya ia termakan berita hoaks. Semakin tinggi pendidikan akan membuat seseorang merasa bahwa opininya lebih tinggi dari orang lain.
"Lihat Amerika, kurang tinggi apa pendidikan warganya, faktanya hoaks justru berkembang di sana. Presidennya bahkan terpilih karena hoaks," kata Roby.
Leads Google News Lab in the Asia Asia Pacific Region, Irena Jay Liu, mengakui kemajuan teknologi informasi sekarang membuat orang dengan mudahnya mengunggah tulisan, gambar, dan bahkan video. Ini merupakan momentum yang unik bagi jurnalisme.
"Bagaimana membuat jurnalisme dan kemajuan teknologi itu berjalan bersama dengan tetap mementingkan kualitas," katanya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved